
Didesa Karanganyar yang mendapat jadwal pertama, karena biasanya memang tidak ada aktifitas kegiatan remaja disana dan apabila diundang juga tidak pernah berpartisipasi apalagi aktifitas Pimpinan Ranting Muhammadiyahnya juga mengalami kemandegan, maka kami sebelumnya menanyakan dan menawarkan terlebih dahulu kepada tokoh muda yang kebetulan kerja bareng di MTs Muhammadiyah Patikraja yaitu Mas Arif Munajat dari jawaban beliau maka sepertinya tidak bisa mengumpulkan pemuda disana sehingga surat yang kami berikan mungkin juga tidak sampai ke Pimpinan Ranting Muhammadiyah sehingga ketika ada pertemuan di tingkat cabang Ketua PRM Karanganyar H. Daldiri justru mempertanyakan kenapa Karanganyar dilewatkan untuk dikunjungi, katanya pula walaupun sedikit ataupun orangtua juga tidak apa-apa untuk kami datang kesana. Alhamdulillah artinya mereka masih ingin eksis dalam gerakan.
Desa yang kedua yang gagal dikunjungi adalah Desa Notog. Didesa Notog biasanya juga jarang mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang dan belum ada tokoh muda yang mau tampil, sehingga ketika tidak ada respon balik dari PRM maka kami mengira tidak jadi ada pertemuan remaja di Notog. Namun ketika kami bertemu dengan Bapak H. Mukson selaku ketua Ranting Muhammadiyah menanyakan kepada kami mengapa kami tidak datang? Lho ternyata dari jadwal yang kami buat disana sudah mengumpulkan remajanya di Masjid Al-Inayah Kalirajut. Sebenarnya dalam surat dan jadwal yang kami buat, kami memberikan catatan agar PRM memberikan konfirmasi kepastian pertemuan karena waktu bisa berubah dan tempat juga belum ditentukan, dan kami telah memberikan nomor telepon kami untuk dapat dihubungi. Dengan demikian sebenarnya hanya masalah komunokasi yang kurang.tapi sebenarnya mereka menanggapi surat kami.
Kunjungan kami yang kedua adalah ke Desa Patikraja. Patikraja sebagai ibukota kecamatan sebenarnya memiliki potensi besar dimana banyak anak-anak remaja yang ada dan tetap tinggal dirumah, disamping itu Muhammadiyah dan Aisyiyahnya juga aktif, maka sangat disayangkan jika generasi mudanya belum tergarap, mereka membutuhkan tokoh penggerak yang akan memompa teman-temannya untuk beraktifitas didalam sebuah gerakan Islam. Karena hanya melalui telpon saja dan hanya beberapa orang saja yang juga dihubungi maka remaja yang datang hanya lima orang, sedang dari AMM cabang ada 7 orang. Bapak-bapak yang datang adalah Bapak H. Slamet Suparno sebagai ketua PRM dan Bpk Rio Abdillah sebagai majelis kader ranting. Dalam pertemuan yang diselenggarak di Masjid BKM Baitul Muslimin lagi-lagi ketua PCPM Patikraja memberikan motivasi kepada remaja untuk mau menata diri dan aktif dalam kegiatan islam dan masjid. Pada kesempatan dialog pula disepakati untuk mengumpulkan kembali remaja dengan membuat undangan setelah romadhon untuk dapat dibentuk kepengurusan Angkatan Muda Muhammadiyah Ranting Patikraja. Keseriusan PRM untuk membina remaja dibuktikan dengan banyaknya remaja dari Desa Patikraja yang diutus untuk mengikuti Pesantren Akhir Romadhon yang diselenggarakan oleh PCPM Patikraja, dari merekalah nanti cikal bakal kepengurusan AMM Patikraja siap mengguncangkan Desa Patikraja.

Kunjungan kami berikutnya adalah ke Desa Sokawera. Disana sudah ada kepengurusan IRAMA (ikatan remaja masjid) sedesa Sokawera yang para pengurusnya adalah juga aktif di Angkatan Muda Muhammadiyah Cabang Patikraja, baik di IPM, NA maupun Pemuda Muhammadiyah. Irama telah aktif membina TPQ dengan berbagai aktifitasnya dan juga aktif membina masjid dan mushola didesa termasuk bulan romadhon aktif berdakwah ke masjid dan mushola.Karena sudah aktif dan kami juga biasa bekerjasama maka pada kesempatan itu pula diadakan pembentukan panitia pelaksana Pesantren Akhir Romadhon Angkatan Muda Muhammadiyah sekecamatan Patikraja yang akan ditempatkan di Play Group Aisyiyah Sokawera. Namun sebenarnya ada catatan pula bagi kami bahwa meskipun TPQ telah berjalan namun seperti halnya di Karangendep kualitas bacaan secara umum para ustadz dan ustadzahnya masih perlu ditingkatkan.
Selanjutnya kami ke Desa Kedungwringin. Bertempat di Gedung TPQ Masjid Al-Falah kami bertemu dengan remaja Masjid Al-Falah. Dalam pertemuan tersebut selain memberikan pengajian dan motivasi kepada mereka dan hasilnya mereka akan siap untuk mengaktifkan kembali kepengurusan remaja masjid yang sudah lama sekali tidak ada aktifitas. Maka menjadi agenda kerja Angkatan Muda Muhammadiyah Cabang Patikraja untuk membimbing dan membina keberadaan remaja-remaja masjid yang ada di Kecamatan Patikraja, termasuk menghidupkan kembali kegiatan TPQ dan mengaktifkan Badko TPQ se-Kecamatan Patikraja.
Turba kami selanjutnya adalah ke Angkatan Muda Muhammadiyah Kedungwuluh. AMM Kedungwuluh adalah AMM gabungan dua ranting Muhammadiyah yaitu Desa Kedungwuluh Lord an Kedungwuluh Kidul yang pernah aktif cukup lama. Namun telah 3 tahun belakangan ini sepi dari kegiatan karena pengurus-pengurusnya yang sibuk dan kurang koordinasi. Oleh karenanya kami AMM Cabang yang kebetulan juga banyak yang berasal dari AMM Kedungwuluh akan menggerakan kembali aktifitas AMM di Desa Kedungwuluh Lord an Kedungwuluh Kidul.

Terakhir pada tanggal 28 romadhon kami datang ke Kedungrandu yaitu di mushola Syuhada jalan Pramuka. Kami datang menemui remaja yang sebagian pernah kami bina di Masjid Al-Amin yang pada kesempatan itu kami membimbing tadarus al-Quran dan juga kajian serta dialog. Pada pertemuan tersebut kami berjanji untuk menindaklanjuti pertemuan tersebut dengan mengaktifkan kembali kajian remaja di Desa Kedungrandu dan kami siap untuk turut membina mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar