Jumat, 24 Februari 2012

Khutbah Jumat: Dayyuts dan Gayus



INNALHAMDALILLAH NAHMADUHUU WANASTANGINUHUU WANASTAGHFIRUGH WANA’UUDZUBILLAAHI MINSYURUURI ANFUSINA WASYAYIATI A’MALINA MAYYAHDILLAAHU FALAAMUDHILALAH WAMAYYUDLILFALAHADIYALAH
ASYHADUALLAILAHAILLALLOH WAHDAHULASYARIKALAH WAASYHADUANNAMUHAMMADAN ‘ABDUHU WAROSULUH
ALLOOHUMMA SHOLI’ALA MUHAMMAD WA’ALA ALIHI WASHOHBIHI AJMA’IN
QOLALLOOHU TA’ALA : “YAA AYYUHALLADZII NAAMANUTTAQULLOOHA WAQULU QOULAN SYADIIDA YUSLIHLAKUM A’MALAKUM WAYAGHFIRLAKUM DZUNUBAKUM WAMAYYUTINGILLAHA WAROSULAHU FAQODFAZA FAUZAN ‘ADHIMA”
Yaa ayyuhalladzii naaamanuttaqulloha haqo tuqootih walatamuutunna illa waantummuslimun.
Jama’ah jum’at rahimakumulloh,
Segala puji bagi Alloh karena Ia masih memberikan kita kenikmatan yang begitu banyak diantaranya diberinya kekuatan iman dan kekuatan jasmani untuk dapat melangkahkan kaki kita ke masjid Baitul Muslimin ini untuk menunaikan suatu amalan fardlu ’ain bagi laki-laki muslim yang mudah-mudahan ibadah ini dapat mengantarkan kita kepada kedekatan kita kepada Alloh, dicintai Alloh dan diangkat derajat kita dihadapan-Nya yaitu derajat ketaqwaan, mari kita jaga dan tingkatkan terus nilai ketaqwaan ini semoga tetap menjadi bekal sampai akhir hidup kita sehingga akan mengantarkan kita termasuk golongan kanan yang mendapat kebahagiaan hidup di dunia dengan kekayaan yang melimpah dan barokah sedangkan golongan kanan diakhirat adalah golongan yang beruntung dimasukan kedalam surga yang penuh dengan kenikmatan tak terbayangkan.
Sholawat dan salam semoga tetap terlimpahkan kepada Rosululloh Muhammad SAW, teladan kita, idola kita dan semoga pula kepada keluarganya, para sahabat dan orang-orang muslim yang senantiasa istiqomah menegakan syariatnya.
Kaum Muslimin rahimakumulloh,
Beberapa waktu yang lalu saya berbincang-bincang dengan seorang teman, dan menceritakan ada sebuah masyarakat yang seorang suami sudah biasa membiarkan istrinya “dipakai oleh orang lain” dalam tanda petik. Bahkan ada seorang ayah yang melacurkan istri dan anaknya. Maka ketika saya menemukan sebuah tulisan yang berjudul Addayuts saya tertarik untuk menyampaikannya dalam mimbar jumat ini yang merupakan forum pekanan bagi laki-laki muslim agar tidak menjadi addayyuts.
Sudahkah anda mengetahui apa yang dimaksud Ad-dayyuts?
Makna ad-dayyuts adalah seorang suami atau ayah yang membiarkan kemaksiatan terjadi dalam keluarganya (Lihat Fathul Baari, 10/406.). Yaitu ketika dia melihat kemungkaran oleh anggota keluarganya, dia hanya diam saja dan tidak merubahnya.
Dalam sebuah hadits marfu', dari Ibnu Umar radliyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
Tsalatsatan laa yadkhulunaljannah: al’aaquliwaalidaihi warijaltannisaa waddayyuuts
“Ada tiga golongan yang tidak akan dilihat oleh Allah pada hari kiamat nanti, yaitu orang yang durhaka kepada kedua orangtuanya, perempuan yang menyerupai laki-laki, dan ad-dayyuts . . . “ (HR. an-Nasa’i dan lainnya, dishahihkan oleh Al-Albani).
Makna hadits diatas; tidak akan dilihat oleh Alloh atau tidak akan masuk surga orang yang termasuk 3 golongan; yakni orang yang durhaka kepada kedua orangtua, perempuan yang menyerupai laki-laki (dan laki-laki yang menyerupai perempuan) dan addayyuts yakni seorang suami atau ayah yang membiarkan kemaksiatan terjadi dalam keluarganya.
Yaitu ketika dia melihat kemungkaran oleh anggota keluarganya, dia hanya diam saja dan tidak merubahnya.
Lawannya adalah al-ghayyur, yaitu orang yang memiliki kecemburuan besar terhadap keluarganya sehingga dia tidak membiarkan mereka berbuat maksiat.
Ancaman keras dalam hadits di atas menunjukkan bahwa perbuatan ini termasuk dosa besar yang dimurkai Allah. Salah satu ciri dosa besar adalah apabila perbuatan tersebut diancam akan mendapatkan balasan di akhirat berupa siksaan, kemurkaan, atau ancaman keras lainnya.
Imam Ad-Dzahabi dalam kitabnya, Al Kabair (kumpulan dosa-dosa besar) menempatkan perilaku diyatsah/ dayyuts dalam urutan dosa besar ketiga puluh empat.
Beliau mengatakan dalam bab liwath, "jika dia mengetahui istrinya telah berselingkuh (berzina) dan dia hanya diam saja (membiarkannya), maka Allah telah haramkan surga atasnya karena Allah telah menulis di pintu surga: 'Kamu haram dimasuki seorang dayyuts'. Yaitu orang yang mengetahui perbuatan buruk (zina) pada istrinya, tapi dia diam saja dan tidak cemburu."
Seorang suami yang dayyuts akan menyebabkan rusaknya agama dan akhlak anggota keluarga, dan apabila yang demikian telah terjadi dalam sebuah komunitas masyarakat maka akan dapat menyebabkan rusaknya sendi-sendi masyarakat sehingga layaklah suami dayyuts ini mendapatkan ancaman keras sebagaimana yang disebutkan dalam hadits di atas.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah ketika menjelaskan dampak buruk perbuatan maksiat di antaranya perbuatan ad-diyatsah/ad-dayyuts ini timbul karena lemah atau hilangnya sifat ghiirah (cemburu dan marah ketika syariat Allah dilanggar) dalam hati pelakunya. Beliau berkata, “. . . . ad-dayyuts adalah makhluk Allah yang paling buruk dan diharamkan masuk surga. Demikian juga orang yang membolehkan dan menganggap baik perbuatan dzalim dan melampaui batas bagi orang lain. Maka perhatikanlah akibat yang ditimbulkan karena lemahnya sifat ghiirah (dalam diri seseorang)."
Beliau melanjutkan, "ini semua menunjukkan bahwa asal pokok agama seseorang adalah sifat ghiirah. Barangsiapa yang tidak memiliki sifat ghiirah maka berarti dia tidak memiliki agama (iman). Ghirah atau kecemburuan adalah rasa tidak sukanya hati terhadap campur tangan orang lain dalam hal yang menjadi haknya secara khusus. Dengan ghirah ini, seseorang akan berusaha menjaga dan mencegah sesuatu yang menjadi tanggungannya dari bahaya dan kerusakan. Sebaliknya, hilangnya sifat ghiirah akan mematikan hatinya, yang kemudian akan mematikan kebaikan anggota tubuhnya, sehingga sama sekali tak ada penolakan terhadap keburukan dalam dirinya. . . “
Sifat ghiirah di dalam hati ibarat anti bodi bagi tubuh yang berfungsi melawan penyakit dan memperkuat tubuh. Jika anti bodi ini hilang maka badan akan hancur.
Kaum muslimin yang semoga dimuliakan Alloh
Janganlah sampai kita termasuk golongan Ad-Dayuts, yakni membiarkan keburukan pada agama istri dan anak-anak kita dengan menuruti kemauan mereka dalam perkara yang bertentangan dengan syari’at. Kita jangan salah menempatkan arti cinta dan kasih sayang kepada istri dan anak-anak, dengan menuruti semua keinginan mereka apalagi hal-hal yang bertentangan dengan syariat Islam, karena yang demikian pada gilirannya justru akan mencelakakan dan merusak kebahagiaan hidup mereka sendiri.Jadi janganlah kita menjadi golongan "suami takut istri" atau “bapak takut sama anak” yang tidak berani untuk mengarahkan dan membimbing istri dan anak kita, malah sebaliknya kita selalu di bawah instruksi dan arahannya. Akibatnya kita tak berani melarang ketika istri dan anak kita bermaksiat. membiarkan istri dan anak kita bergaul bebas, membiarkannya nongkrong di pinggir jalan, mabuk-mabukan, pulang larut malam, membiarkan istri dan anak perempuan kita keluar rumah tanpa berjilbab, bebas berpacaran, bermesraan sebelum menikah atau berzina dan bentuk pelanggaran syari’at lainnya.
Sungguh tak layak laki-laki atau suami berperilaku dan bermental seperti ini. Karena Allah telah memfirmankan dalam Al-Qur’an surat An-Nisa : 34:
“Arrijaaluqowwaamuuna ‘alannisaa’….”
Laki-laki adalah pemimpin bagi perempuan
Suami adalah sebagai pemimpin dalam rumah tangganya, pemimpin atas anak dan istrinya, dan kelak dia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.
Seorang istri, bagaimanapun baik sifat asalnya, tetap saja dia seorang perempuan yang lemah dan susah untuk diluruskan. Dalam sebuah hadits dinyatakan:
“Sesungguhnya perempuan diciptakan dari tulang rusuk (yang bengkok), (sehingga) dia tidak bisa terus-menerus (dalam keadaan) lurus jalan (hidup)nya.” (HSR Muslim no. 1468)
Maka seorang wanita yang keadaannya sedemikian ini tentu sangat membutuhkan bimbingan dan pengarahan dari seorang laki-laki yang memiliki akal, kekuatan, kesabaran, dan kasih sayang. Karena itu, jangan pernah bosan menasihati istri dan anggota keluarga kita lainnya.
Dari Ibnu Umar radliyallah 'anhuma, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bersabda:
"Setiap kalian ra'in (penanggung jawab) dan masing-masing akan ditanya tentang tanggungjawabnya. Penguasa adalah penanggung jawab atas rakyatnya, dan akan ditanya tentangnya. Suami menjadi penanggung jawab dalam keluarganya, dan akan ditanya tentangnya." (Muttafaq 'Alaih)
Makna ra’in adalah seorang penjaga, yang diberi amanah, yang harus memegangi amanah yang ada dalam penjagaannya. Ia dituntut untuk berlaku adil dan menunaikan perkara yang dapat memberi maslahat bagi apa yang diamanahkan kepadanya. (Al-Minhaj 12/417, Fathul Bari, 13/140)
Dan Qur’an Surat At-Tahrim ayat 6 masih senantiasa kita ingat kembali,
Yaa ayyuhalladzii na aamanu quuanfusakum wa ahliikum naaroo …
“Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka . . .”
Maka wahai para suami, para bapak, kalian adalah penanggungjawab keluarga janganlah kalian menjadi ad-Dayyuts!!.
Barokallohu liiwalakum fil quranilkarim wanafa’ani waiyyakum bima fiihi minal ayati wadzkrilhakim wataqobbalalloohu minna wamingkum tilaawatahu innahuhuwassami’ul ‘alim. Waqurrobbighfir warkham waanta khoiruuroohimin.






Khutbah ke-2
GAYUS
Alhamdulillahilladzi arsalaarosulahu bilhuda wadinilhaq liyudzhirohu ‘ala dieni kullih wakafaa billaahi syahida. Asyhadu ala illa haillalloh waasyhaduanna muhammadar rosululloh. Allohumma sholi’ala Muhammad wa’ala ali muhammad kama sholaita ngala ibrohim waali ibrohim wabarikngala muhammad wangala ali muhammad kamabarokta ngala ibrohim waali ibrohim innaka hamiidummajid.
Yaa ayyuhalladzi naamanuttaqullooha waltandzur nafsummaqoddamat lighot wattaqulloo innallooha khobirummbimaa ta’malun.
Sidang jumat yang semoga disayang Alloh
Kesimpulan dari khutbah pertama cukup saya nukil kembali perkataan Syekh Ibnu Qoyim Al-Jauziyah: “.ad-dayyuts adalah makhluk Allah yang paling buruk dan diharamkan masuk surga”.
Maka marilah kita berusaha mendidik keluarga kita; istri dan anak kita serta semua yang dibawah tanggung jawab kita dengan sebaik-baiknya agar kita tidak termasuk golongan ad-dayyuts yang diharamkan masuk surga sesuai perkataan Syekh Ibnu Qoyim, atau tidak akan dilihat Alloh menurut hadits Rosululloh dari Ibnu Umar.
Lalu menurut saya, ada golongan ke-4 yang tidak akan dilihat Alloh alias tidak akan masuk surga yaitu golongan Gayus, yakni golongannya para koruptor (orang yang melakukan korupsi). Apa itu korupsi? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia , korupsi berarti buruk, rusak, busuk, dapat disogok, suka memakai barang atau uang yang dipercayakan kepadanya dan tindakan penyelewengan atau penggelapan (uang negara atau perusahaan) untuk kepentingan pribadi atau orang lain.
Dayyuts membuat kerusakan keluarga dan Gayus serta para koruptor juga membuat kerusakan masyarakat dan Negara maka sangat pantas mereka diharamkan masuk surga dan akan dimasukan ke neraka, mari kita simak Hadits Shohih Muslim berikut:
“Ketika perang Khaibar sekelompok sahabat datang menemui Rosululloh dan berkata : Si fulan mati syahid, Si Fulan mati syahid, hingga mereka melewati seorang laki-laki dan berkata kepadanya; Si Fulan mati syahid, lalu Rosululloh bersabda: Sesungguhnya aku melihat bahwa ia nanti berada di neraka dengan selimut atau mantel yang pernah ia ghulul atau korupsi…..”
Orang yang berperang dijalan Alloh tapi pernah ghulul atau menggelapkan selimutnya orang Yahudi yang harganya tak seberapa saja akan masuk neraka apalagi, yang tidak pernah ikut perang dijalan Alloh dan menggelapkan uang rakyat atau negara yang nilai harganya lebih besar dari selimut orang Yahudi, Astaghfirullohal ‘adhim, na’udzubillah wana’udzubillah, kita berlindung kepada Alloh dari yang demikian. Wahai saudaraku terutama PNS ataupun pegawai swasta berhati-hatilah kalian, takutlah kalian kepada Alloh, mari jangan biarkan nafkah untuk keluarga kita yang akan menjadi darah dan daging yang diharamkan masuk surga karena berasal dari barang yang haram.
Mari kita berdoa mohon petunjuk kepada Alloh agar kita tidak termasuk golongan dayyuts dan gayus.
Allohumma arinal haqqo-haqqo …..
Allohummaghfir lilmukminina walmu’minat wal muslimina …
Robbana dlolamna amfusana …
Robbana laatuakhidzna innasiina …
Robbighfirli wali-wali dayya …….
Robbana hablana min azwaaziina…
Robbana atina fidunya khasanah…..
Subhaana robbika robbil ‘izzati ‘amma yasifun wasalaamun ‘alal mursalin. Walhamdulillahirobbil’alamin waladzikrulloohu akbar.

Tidak ada komentar:

Kata Kunci Guru Dalam: Google,artikel,Blogger guru,guru kata,kata guru,guru dai,kata kunci,keywords,sertifikasi guru,artikel,Blogger,guru,guru kata,kata guru,kata kunci,sismanan,mts muhammadiyah patikraja,ma muhammadiyah purwokerto,info banyumas,dai banyumas,sertifikasi guru,patikraja guyub
Flag Counter