Sabtu, 13 Februari 2010

Buah Kementeng



Buah kementeng merupakan buah dengan rasa asam tapi manis, bentuknya bulat kecil seperti duku. Warna kulitnya sama dengan warna kulit buah duku, hanya saja isinya berbeda. Buah kementeng dalamnya berwarna merah.
Sekarang ini pohon kementeng sudah merupakan tanaman yang langka. Kelangkaan ini kemungkinan disebabkan karena memang bukan merupakan buah yang mahal dan juga karena agak sulitnya biji tanaman ini tumbuh menjadi tanaman baru.

Jumat, 12 Februari 2010

Soal Tes Blok 1 IPS Terpadu Kelas VII

TIPE A.

A. Isilah titik-titik dibawah ini dengan jawaban yang benar!
1. Kitab suci agama Hindu adalah….
2. Penyebar agama Budha adalah….
3. 3 dewa tertinggi dalam kepercayaan Hindu dinamakan…..
4. Wihara adalah tempat ibadah bagi umat agama …..
5. Kerajaan Hindu pertama di Indonesia adalah kerajaan…..
6. Kerajaan Tarumanegara terletak di daerah…..
7. Candi Borobudur adalah candi yang bercorak ……
8. Kerajaan Budha terbesar yang terletak ditepi Sungai Musi Sumatera Selatan adalah kerajaan….
9. Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaannya pada saat dipimpin oleh …..
10. Semboyan bhineka tunggal ika terdapat dalam Kitab Sutasoma yang dikarang oleh…..
11. Kumpulan peta yang dibukukan disebut …..
12. Ilmu yang mempelajari tentang peta dinamakan …..
13. Keterangan tentang symbol pada peta disebut…..
14. Dataran rendah pada peta biasa digambar dengan warna …..
15. Peta curah hujan dan Peta Hasil Tambang termasuk jenis peta ….
16. Garis tepi pada peta dinamakan…
17. Berapa jarak yang sebenarnya jika pada peta yang berskala 1: 500.000 berjarak 3 cm?
18. Jika peta diperbesar 2 kali maka skalanya yang semula 1: 500.000 menjadi berskala…..
19. Nama lain dari garis khatulistiwa adalah …..
20. Letak bujur berpengaruh terhadap ……
21. Batas antara daratan dan lautan dinamakan ….
22. Usaha untuk menanami kembali hutan yang gundul disebut….
23. Untuk mencegah erosi pada lahan yang miring dilakukan dengan cara …..
24. Tanaman sayur dan buah-buahan cocok ditanam didaerah ….
25. Usaha meningkatkan hasil pertanian dengan cara menambah luas lahan disebut….
26. Pemukiman penduduk dan daerah industri cocok dibuat didaerah …..
27. Pola perumahan linier atau garis banyak terdapat di …..
28. Sebagian besar penduduk ditepi pantai bekerja sebagai ….
29. Jenis padi yang cocok untuk daerah tegalan dinamakan padi ….
30. Jenis ikan yang sering dipelihara di tambak adalah …..

B. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan jelas!
31. Jelaskan bahwa agama Hindu dan Budha termasuk polytheisme?
32. Sebutkan 3 kasta dalam agama Hindu dari yang tertinggi sampai yang terendah!
33. Jelaskan apa yang dimaksud dengan peta?
34. Sebutkan 5 unsur peta!
35. Mengapa pertanian ladang berpindah dapat merusak lahan?


TIPE B

A. Jawablah titik-titik dibawah ini dengan jawaban yang benar!
1. Kitab suci agama Budha adalah….
2. Penyebar agama Budha adalah….
3. Kasta yang terendah dalam masyarakat Hindu adalah kasta…..
4. Pura adalah tempat ibadah bagi umat agama …..
5. Kerajaan Mataram terletak di Propinsi…..
6. Kerajaan Hindu terbesar di Indonesia adalah kerajaan…..
7. Candi Borobudur adalah candi yang bercorak ……
8. Bhineka tunggal ika terdapat dalam kitab ….……………………karangan Mpu Tantular
9. Kerajaan Budha terbesar yang terletak ditepi Sungai Musi Sumatera Selatan adalah kerajaan….
10. Sumpah yang diucapkan oleh Patih Gajagmada dinamanakan sumpah …..
11. Alat untuk memperbesar dan memperkecil peta adalah …….
12. Keterangan tentang symbol pada peta disebut…..
13. Dataran rendah pada peta biasa digambar dengan warna …..
14. Peta curah hujan dan Peta Hasil Tambang termasuk jenis peta ….
15. Garis tepi pada peta dinamakan…
16. Jika peta diperkecil separohnya maka skalanya yang semula 1: 500.000 menjadi berskala…..
17. Sekarang di Patikraja pukul 11.00 maka pada saat yang sama di Ambon waktu menunjukan pukul …..
18. Kota di Indonesia yang dilalui garis khatulistiwa adalah …..
19. Gambaran bentuk bumi dalam bentuk bulat disebut …..
20. Letak lintang suatu tempat berpengaruh terhadap perbedaan ……
21. Daerah yang cocok sebagai tempat pemukiman penduduk adalah ….
22. Usaha untuk menanami kembali hutan yang gundul disebut….
23. Usaha pembuatan garam dilakukan orang yang tinggal didaerah ….
24. Terasering adalah usaha untuk mencegah erosi pada lahan …..
25. Tanaman sayur dan buah-buahan cocok ditanam didaerah ….
26. Usaha meningkatkan hasil pertanian dengan cara menambah luas lahan disebut….
27. Pemukiman penduduk dan daerah industri cocok dibuat didaerah …..
28. Daerah yang cocok untuk diusahan sebagai tempat peternakan adalah daerah….…..
29. Sawah yang hanya ditanami padi pada saat musim penghujan saja disebut sawah… ….
30. Jenis ikan yang sering dipelihara di tambak adalah …..

B. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan lengkap dan jelas!
31. Jelaskan perbedaan kepercayaan antara agama Hindu Budha dengan agama Islam?
32. Sebutkan 3 nama dewa tertinggi dalam agama Hindu yang termasuk trimurti!
33. Jelaskan pengertian dari atlas!
34. Kota A da Kota B jarak yang sebenarnya 200 km. Dalam peta digambar dengan jarak 5 cm. Berapakah skala peta tersebut?
35. Mengapa orang lebih senang bertempat tinggal di tepi jalan daripada dipelosok atau pegunungan?

Minggu, 07 Februari 2010

Ayat-Ayat Ma'rifatulloh

190. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (Al-Imron)

40. Sesungguhnya Perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: "kun (jadilah)", Maka jadilah ia.(An-Nahl)


54. Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy[548]. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Tuhan semesta alam. (Al-A’rof)
[548] Bersemayam di atas 'Arsy ialah satu sifat Allah yang wajib kita imani, sesuai dengan kebesaran Allah dsan kesucian-Nya.

109. Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)". (Al-Kahfi)

21. Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,
22. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu Mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah[30], Padahal kamu mengetahui. (Al-Baqoroh)

56. dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.(Adz-Dzariyat)

14. Sesungguhnya aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, Maka sembahlah aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat aku. (Thoha)

162. Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.

60. dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku[1326] akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina" (Al-Mukmin)

175. Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman. (Ali Imron)

Senin, 01 Februari 2010

Plesir Meng Jogja



Tahun ini study tour MTs Muhammadiyah Patikraja ke Yogya kembali yang dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 30 Januari 2010. Kali ini aku mengajak 2 anak perempuanku Alifah dan Alizah. Saya ajak mereka agar mereka dapat mengenal sedikit kota Yogyakarta.

Tujuan pertama kami adalah Taman Kyai Langgeng


















Tujuan kami selanjutnya adalah Prambanan





Seharusnya kami akan ke Taman Pinter tapi sampai disana pukul 16.00 sudah tutup jadi kami hanya duduk di halamannya saja.










Akhirnya kami ke Marlboro sampai pukul 19.00





















Sebelum pulang kami makan malam dirumah makan

Minggu, 17 Januari 2010

Hujan dan Angin Besar

Hari kemarin, ahad 17 januari 2010 setelah mengikuti pengajian dalam rangka milad 1 abad Muhammadiyah di Patikraja, saya mengajak istri pergi ke Purwokerto untuk menghadiri undangan pernikahan teman yang sama-sama SK CPNSnya di MTs N Tambak. Kebetulan rumahnya juga dekat dengan rumah Lik Dayat di Teluk jadi sekalian silaturrahmi. Setelah kondangan juga ke kota untuk membeli magic com dan jas hujan untuk adik saya.
Keluar dari toko ternyata sudah gerimis tapi karena waktu sudah pukul 16.00 sedang setengah jam lagi harus mengisi kajian tahsin quran di masjid Fathurrahman Sokawera maka kami tetap pulang. Selama perjalanan ternyata memang hujan besar plus angin yang banyak menjatuhkan dahan dan ranting yang berserakan dijalan. Alhamdulillah akhirnya sampai dirumah hujan sudah tidak besar lagi maka aku bersiap mandi dan setelah mandi ketika sedang ganti baju....(hii porno) ternyata disebelah rumahku pada ribut-ribut ternyata pohon rambutan tetangga yang letaknya berada diatas kamarku yang akarnya bikin rumahku retak-retak ambruk dan alhamdulillah tidak roboh keatas rumah kami tapi kerumah pemiliknya. Setelah sholat aku melihat dan ternyata pemiliknya sedang diatas rumah untuk membuang dahan pohon yang roboh keatas rumahnya. Alhamdulillah rumahnya terbuat dari cor yang kuat sehingga tidak ambruk.
saat itu juga ternyata ada berita disebelah rumah ibuku juga pohon kelapa juga roboh dan alhamdulillah hanya menyerempet rumah tetangga. Selain itu juga tim MDMC Jateng Saudara Tungguh juga memberitahu bahwa di Wangon ada bengkel yang roboh karena tertimpa pohon dan di Kawunganten 8 rumah juga rusak akibat angin besar kemarin.
Dan pagi ini ketika aku sudah di sekolah ada berita dari teman bahwa di Sokawera kemarin 2 orang pengendara sepeda motor tewas tertimpa pohon asem yang roboh ketengah jalan.
Alhamdulillah seminggu yang lalu pohon nangka kami yang condong kerumah tetangga telah kami tebang, mungkin kalau belum ditebang juga akan roboh terkena angin. Dan kami berpikir kami masih punya pohon alba yang dekat rumah orang lain yang kalau memang ada yang mau beli akan kami jual daripada roboh menimpa rumah orang lain.
Mari kita belajar dari alam karena sesungguhnya semua itu adalah dari Tuhan untuk diambil pelajaran dan sebagai peringatan.
Selanjutnya kami PDPM Banyumas atas nama MDMC Banyumas mengumpulkan dan mengirimkan bantuan ke Desa Ujungmanik Kecamatan Kawunganten Cilacap. Disana ada 8 rumah roboh dan ratusan rumah rusak berat dan ringan. Ternyata jalan ke daerah bencana juga sangat sulit medannya kami yang memakai mobil ambulan sangat kesuulitan menempuh perjalanan.

Sabtu, 16 Januari 2010

Menyambut Indonesia Merdeka

Berita RRI yang menyiarkan bahwa Indonesia telah merdeka yang diproklamasikan oleh Dwi Tunggal Soekarno Hatta cepat terdengar ke suluruh pelosok tanah air sampai ke desa-desa bahkan sampai di daerah pegunungan juga.
Kemerdekaan Indonesia benar-benar disambut dengan suka cita segenap rakyat Indonesia yang telah lama mendambakan kebebasan sejak 350 tahun lamanya. Mereka menyambut dengan berbagai acara kegembiraan. Bermacam-macam bentuk olahraga, kesenian dan di gelar hampir di semua desa tidak terkecuali wilayah Patikraja dan sekitarnya.
Selama seminggu sejak 17 Agustus 1945 tak henti-hentinya perhelatan akbar di desa-desa diselenggarakan. Ada yang dalam bentuk perorangan maupun perkumpulan antar penduduk desa. Pokoknya serba meriah walaupun baru lepas kemiskinan dan kesengsaraan, namun dengan semangat yang menyala-nyala disertai rasa bahagia, rakyat Indonesia rela bergotong-royong untuk bersama menyelenggarakan keramaian.
Setiap pintu halaman rumah dibuatkan hiasan gapura berbentuk Croon yaitu gapura sistim Belanda yang biasa dipasang bila rakyat jajahan memperingati kelahiran Ratu Belanda waktu itu. Wujud gapura itu dibuat dari batang bambu setinggi 2 meter, selebar pintu halaman, diberi hiasan dari dedaunan beraneka warna serta janur kuning sebagai pilar gapura. Bentuk croon menyerupai topi mahkota seorang raja. Tetapi puncaknya dipasang dengan megahnya Sang Merah Putih sebagai lambang negara.
Begitu suka cita menyambut kemerdekaan negaranya, penggunaan lencana bendera Jepang ( Matahari terbit) lenyap dari pandangan, berganti dengan lencana merah putih dipasang pada dada kiri, topi atau tutup kepala. Bahannya dari kain pita, logam dan ebonite.pada waktu itu belum dikenal bahan plastic.
Salam perjuangan dan semboyan kemerdekaan dikumandangkan. Setiap hari bila bertemu dengan para pemuda atau tentara kita tentu mengucapkan dengan menggenggam tangan salam “Merdeka” dan mesti dijawab “Tetap Merdeka” atau “Sekali Merdeka Tetap Merdeka”. Yang lebih keren lagi salam “Merdeka Bung” dan dijawab dengan “Tetap Merdeka 100%”.
Kata-kata Bung digunakan untuk panggilan bila mana menyapa sesama sebagai ungkapan pribadi pejuang. Di dengar lebih bersemangat bila dibandingkan yang wajar seperti saudara, bapak ataupun panggilan umum lainnya. Setiap ada pertemuan atau rapat pekik Merdeka selalu dilontarkan dengan sambutan yang gegap gempita.
Meluapnya kegembiraan dan rasa kebanggaan dari penduduk mulai muncul aksi corat-coret pada tembok-tembok, bangunan-bangunan, gerbong-gerbong kereta api serta tempat-tempat umum dengan berbagai tulisan besar-besar. Warna merah mendominasi tulisan disertai.gambar-gambar tangan yang berdarah, yang artinya mungkin “Rela berkorban demi tanah air sampai titik darah penghabisan.” Antara lain tulisan itu : “ Merdeka atau Mati, Merdeka 100%, merdeka dari Sabang sampai Merauke, sekali merdeka tetap merdeka.”

Rabu, 13 Januari 2010

Zaman Pendudukan Jepang

Para sesepuh sering mengingatkan kita kepada primbon atau jangka jayabaya. Diantara jangka Jayabaya salah satunya mengatakan : “besuk nuswantoro iki bakal tekan marang jaman kamardikan, yen wis ono tumapake ratu adil cebol kepalang, tekane soko lor wetan suwene mung sa umur jagung.”
Dalam artian bebas kira-kira : Indonesia akan merdeka setelah ada pemerintahan orang kate, yang datang dari Timur Laut. Lama pemerintahannya hanya selama waktu umur jagung (3,5 bulan)
Jangka Jayabaya tadi ternyata benar-benar terbukti dengan datangnya Tentara Dae Nippon (Jepang) menduduki kepulauan Indonesia dalam kurun waktu 3,5 tahun. Bentuk fisik orang Jepang memang masih pendek-pendek, tingginya rata-rata 150-160 cm berkulit kuning.
Sifat dan system militerisme dalam pendudukan Jepang membawa perubahan yang sangat drastis dalam seluruh segi-segi kehidupan. Sejak dari pemerintahan, kependudukan, sosial ekonomi sampai kebudayaan serta bahasa sangat terasa sekali. Banyak timbul masalah sosial yang diderita rakyat banyak.

A. KONDISI PEMERINTAHAN DAN KEAMANAN
Sistem pemerintahan Militer dilaksanakan oleh Pemerintahan Pendudukan jepang dengan sangat keras. Nama jabatan diganti dengan nama istilah bahasa Jepang :
a. Asisten Wedana diganti nama dengan sonco.
b. Wedana/Penghubung Bupati diganti nama dengan gunco.
c. Bupati/Kepala Daerah diganti nama dengan kenco.
Pembentukan kelompok RT sudah dimulai sejak jaman Pendudukan Jepang dengan nama tonarigumi. Ketua Tonarigumi disebut cumico. Istilah kepangkatan militer diganti juga antara lain:
a. Seorang Komandan Regu harus berpangkat Sersan diberi nama Jepang budanco.
b. Komandan Seksi (Danki) yang berpangkat Letnan diganti dengan nama Jepang soudanco.
c. Komandan Kompi harus berpangkat Kapten diganti dengan nama cudanco.
d. Serta Komandan Batalyon berpangkat Mayor diganti nama menjadi : daidanco.
Untuk pertahanan sipil disusun pula barisan semacam hansip yang dikenal dengan nama keybodan (pembantu polisi) serta yang setara dengan hanra dikenal dengan istilah seinendan (barisan pemuda). Di setiap desa ada anggota yang ditunjuk sebagai Seinendan maupun Keybodan dengan latihan militer secara rutin dipimpin oleh tentara Jepang. Persenjataan Seinendan ini menggunakan senjata Bambu runcing.
Di medan perang terutama di garis depan tentara Dae Nippon sangat membutuhkan pasukan yang tidak sedikit untuk menghadapi pasukan musuh Inggris dan Amerika atau Tentara Sekutu.
Tentara Dae Nippon mendidik para pemuda terutama mengambil dari Keybodan dan Seinendan yang memenuhi syarat kesehatan fisiknya dan pendidikannya untuk dilatih menjadi tentara yang disebut heiho. Yang lulus diberangkatkan ke garis depan, medan perang. Yang gagal bukan dikembalikan ke desa asalnya, tetapi dijadikan pekerja paksa yang disebut romusha. Mereka dipekerjakan di luar Jawa. Ada yang ke Kalimantan, Birma dan Malasyia. Banyak diantara mereka tidak pulang ke tanah air karena akibat kerja paksa dan siksaan yang kejam dari Tentara Dae Nippon itu.
Dari wilayah Patikraja ada beberapa orang ex heiho diantaranya Bp. Sikam dari Notog beserta teman-temannya yang terdaftar dalam lampiran berikutnya. Mengingat Pemerintah Kependudukan Jepang hanya memikirkan kepentingan pertahanan untuk menghadapi musuh besarnya, maka pengendali keamanan dalam negeri kurang mendapat perhatian khusus. Maka di sana sini, di desa-desa timbul tindak kejahatan yang dilakukan oleh penjahat-penjahat berupa Garong, Pencurian, Penodongan dan kejahatan lainnya.
Untuk menanggulangi kejadian-kejadian hanya tergantung kepada kemampuan desa setempat dalam menjaga keamanan desa masing-masing. Namun bila seseorang penjahat dapat tertangkap dan dilaporkan kepada pihak yang berwajib, tentu di bawa ke kantor kempetai serupa dengan Polisi Tentara untuk diadili. Pengadilan itu biasanya tidak manusiawi. Terdakwa mendapat hukuman penyiksaan di luar perikemanusiaan. Antara lain siksaan di jemur di panas matahari. Dimasukkan ke dalam sel tahanan tanpa diberi makanan yang layak. Atau disiksa dengan pemukulan dan tendangan dari para kempetai.
Sebenarnya Pemerintah Dae Nippon (Jepang) pada awalnya bersikap ramah. Mereka menyebar luaskan ajakan yang simpatik berupa propaganda atau slogan-slogan yang mengajak ke arah persatuan menuju kepada rasa nasional atau kebangsaan. Misalnya slogan yang berbunyi :
- Asia untuk bangsa Asia,
- Nippon cahaya Asia,
- Nippon saudara tua kita,
- Indonesia pasti Merdeka dan lain-lain.
Namun karena makin lama di medan perang selalu menderita kekalahan akibat Amerika Serikat melibatkan diri masuk ke dalam Tentara Sekutu, maka akhirnya Tentara Jepang terdesak dan perlu mempertahankan diri mati-matian. Akibat kegagalan itu, tindakan kasar dan kekerasan dengan sasaran penduduk sebagai pelampiasan kekesalan, dilakukan dimana-mana.
Dengan situasi yang demikian mulailah penduduk kurang simpatik kepada pemerintah pendudukan Jepang itu. Mulai timbul rasa nasionalisme. Masyarakat di seluruh desa diharuskan membuat tempat perlindungan dalam tanah, yang atasnya ditimbuni tanah dan rerumputan agar tidak terdeteksi bila dilihat dari udara. Lubang perlindungan ini semacam bunker untuk berlindung sewaktu ada serangan udara dan pemboman dari musuh yang datang menyerang. Bila sewaktu-waktu ada penyerangan, tentara Dae Nippon membunyikan sirine dan desa-desa yang mendengar raungan sirine yang jaraknya cukup jauh dari kota diwajibkan untuk menyambung tanda bahaya udara itu dengan bunyi kenthongan, suaranya 2 macam kenthong yang satu bernada rendah dan yang satunya lagi bernada tinggi. Sehingga bunyinya menjadi suara yang harmonis : dhung-thong, dhung-thong.
Masyarakat bila mendengar suara dhung-thong atau sirine segera bersiap -siap masuk lubang perlindungan dengan menyumbat lubang telinga dengan kapas dan menggigitkan giginya kepada sepotong karet panahan. Tujuannya mencegah agar tidak mendengar kegaduhan tentara Jepang dan tidak membuka mulut bercakap-cakap bila melihat tentara. Masuk lubang perlindungan dikatakan ; ono dhung-thong hayo mlebu ngerong (ada bahaya mari masuk lubang)
Dhung-thong adalah sebagai siasat atau cara menipu rakyat agar lebih tenang bila sewaktu-waktu ada bahaya, kesibukan tentara Jepang dalam mengatur siasat dan gerakan persiapan perbekalan perang saja.
Tanda bahaya atau bunyi dhung-thong bukan saja pada siang hari, tetapi malam hari pun selalu terdengar tanda bahaya itu. Bila malam hari terdengar tanda bahaya, penduduk dilarang pula ada sinar lampu. Semuanya harus dipadamkan. Pemadaman lampu ini dijaga ketat oleh para seinendan dan keybodan yang bertugas dengan beringas. Pendudukpun tak dapat berbuat apa-apa, hanya kasihan bagi yang mempunyai anak kecil. Dapatnya hanya menghidupkan sinar lampu kecil yang diselubungi dengan kurungan rinjing atau kertas agar sinarnya tidak nampak dari luar. Rasa takut dan rasa benci terhadap tentara Jepang semakin tebal pada dada rakyat kecil.
Kata Kunci Guru Dalam: Google,artikel,Blogger guru,guru kata,kata guru,guru dai,kata kunci,keywords,sertifikasi guru,artikel,Blogger,guru,guru kata,kata guru,kata kunci,sismanan,mts muhammadiyah patikraja,ma muhammadiyah purwokerto,info banyumas,dai banyumas,sertifikasi guru,patikraja guyub
Flag Counter