Jumat, 30 November 2012

Susunan Acara Baitul Arqom




SUSUNAN ACARA
BAITUL ARQAM GURU DAN KARYAWAN MUHAMMADIYAH DAERAH BANYUMAS

HARI

WAKTU

MATERI / ACARA

PENANGGUNGJAWAB

I
13.00-13.30
13.30-14.45
15.30-15.45
15.45-17.30
17.30-19.30
19.30-21.00
Pembukaan
Orientasi
Istirahat, shalat, makan
Materi 1
Ishoma
Materi 2
MPK PCM
Pemateri
 -
Pemateri
-
Pemateri
II
07.00-08.30
08.30-10.00
10.00-11.30
Materi 3
Materi 4
Materi 5
Pemateri
Pemateri
Pemateri
13.00-14.45
Materi 6
Pemateri
14.45-15.30
Istirahat

15.30-16.30
Kontrak Kerja
PCM + Fasilitator
16.30-17.00
Penutupan
MPK PCM




Alternatif lain: 2 hari (pagi-ashar) atau 3 hari (pagi-dluhur)

Senin, 26 November 2012

Diponegoro









Dimasa pembangunan ini tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar lawan banyaknya seratus kali
Pedang di kanan keris di kiri
Berselubung semangat yang tak bisa mati
Maju
Serbu
Serang
Terjang

(Anu seemute nek salah ya njaluk pangapur,  go maraih ngunggah tulisan bareng bocah kelas IXB MTs Muh Patikraja )

SOAL UJIAN SEMESTER GANJIL KELAS IX SMP/MTS 2012/2013



A.      Isilah titik-titik dibawah ini dengan jawaban yang tepat!
1.       Negara-negara berkembang sebagian besar terletak dibelahan bumi ......
2.       Tingkat kematian bayi rendah dan angka harapan hidupnya tinggi adalah merupakan ciri negara .....
3.       Sebab khusus perang dunia kedua adalah serangan Jerman atas negara .....
4.       Jerman dan Jepang adalah penguasa wilayah Indonesia pada masa Jepang adalah dari kalangan .....
5.       Dalam Perang Dunia ke 2 Jerman, Jepang, Italia adalah contoh negara yang tergolong negara-negara ....
6.       Jepang menyerah kepada Sekutu pada tanggal .....
7.       Peristiwa Puputan Margarana terjadi di kota .......
8.       Nama Jendral Inggris yang mati dan menjadi pemicu terjadinya pertempuran 10 November 1945 di Surabaya adalah .....
9.       Wakil Indonesia dalam perjanjian Linggarjati adalah ....
10.   Sesuai perjanjian Linggarjati wilayah Indonesia meliputi ......
11.   Peristiwa APRA di Bandung terjadi pada tanggal....
12.   Kota yang di serang Belanda pada Agresi Militer Belanda 2 adalah ....
13.   Pembrontakan Republik Maluku Selatan dipimpin oleh ..................
14.   Azas Bank menurut UU no.7 tahun 1992 adalah ....
15.   Simpedes, simaskot, tapelpram adalah produk tabungan dari Bank....
16.   Lembaga yang dapat memberi pinjaman uang jika kita mau menjaminkan barang yang kita miliki disebut..
17.   Kebijakan pemerintah untuk melindungi produsen dalam negeri dalam bersaing dengan produk luar negeri disebut....
18.   Perintah tertulis nasabah kepada bank untuk menarik dananya sejumlah tertentu atas namanya dinamakan …..
19.   Neraca yang menggambarkan nilai ekspor dan nilai impor disebut .....
20.   Kekayaan negara yang berupa mata uang asing disebut....

B.      Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan lengkap dan benar!
21.   Sebutkan 3 contoh negara yang tergolong negara maju!
22.   Sebutkan  sebab-sebab umum terjadinya Perang Dunia kedua!
23.   Sebutkan negara-negara yang termasuk blok sekutu!
24.   Apa tujuan organisasi gerakan 3 A?
25.   Jelaskan terjadinya Palagan Ambarawa!
26.   Apa peranan UNCI dalam Konferensi Meja Bundar?
27.   Sebutkan tujuan Konferensi Asia Afrika di Bandung!
28.   Sebutkan isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959!
29.   Sebutkan 4 besar Partai yang memperoleh kursi terbanyak pada pemilu 1955!
30.   Apa keberhasilan yang telah dicapai dalam masa  Kabinet Burhanudin Harahab!
31.   Sebutkan contoh perubahan budaya yang terjadi  dalam masyarakat dan menurutmu perubahan dalam masyarakat apa yang paling cepat?
32.   Apa saja yang termasuk unsur-unsur penemuan kebudayaan baru?
33.   Apa perbedaan antara masyarakat modern  dan masyarakat tradisional?
34.   Jelaskan ciri-ciri masyarakat modern!
35.   Jelaskan macam nilai uang!
36.   Apa tujuan Bank menurut UU no.7 tahun 1992?
37.   Sebutkan tugas pokok Bank Sentral!
38.   Berilah 2 contoh lembaga yang dapat mengurus dana pensiun!
39.   Apa yang dimaksud perdagangan internasional?
40.   Jelaskan sebab-sebab terjadinya perdagangan internasional!

Minggu, 25 November 2012

Keutamaan Muharram



Hari-hari ini kita telah memasuki bulan Muharram tahun 1434 Hijriah. Seakan tidak terasa, waktu berjalan dengan cepat, hari berganti hari, pekan, bulan, dan tahun berlalu silih berganti seiring dengan bergantinya siang dan malam. Dan bagi kita orang yang mau berpikir maka sebenarnya ketika perguliran waktu yang terus berjalan maka sebenarnya bertambahlah terus usia kita hidup didunia dan bertambah dekatlah kita pada hari yang setiap diri kita pasti akan mengalaminya yakni kematian. Sudahkah kita memiliki bekal cukup untuk menemui tamu yang tak diundang itu? Mari kita berhijrah dari perbuatan dosa dan kemaksiatan yang masih kita lakukan kepada hidup yang senantiasa diisi dan dihiasi dengan amal sholeh. Mari kita jaga dan kita tingkatkan amal ibadah yang telah kita lakukan, mari kita jaga iman, islam dan ketaqwaan kita kepada Alloh sang Pemilik Waktu dan Penguasa hari keabadian. 

Keutamaan Bulan Muharram
Muharram, yang merupakan bulan pertama dalam Kalender Hijriyah, termasuk diantara bulan-bulan yang dimuliakan (al Asy- hurul Hurum). Sebagaimana firman Allah Ta’ala :
"Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah diwaktu Dia menciptakan lanit dan bumi, diantaranya terdapat empat bulan haram." (Q.S. at Taubah :36).
Dalam hadis yang dari shahabat Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda :
“Sesungguhnya zaman itu berputar sebagaiman bentuknya semula di waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan diantaranya terdapat empat bulan yang dihormati : 3 bulan berturut-turut; Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab Mudhar, yang terdapat diantara bulan Jumada tsaniah dan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Pada keempat bulan ini Allah melarang kaum muslimin untuk berperang. Dalam penafsiran lain adalah larangan untuk berbuat maksiat dan dosa. Namun bukan berarti berbuat maksiat dan dosa boleh dilakukan pada bulan-bulan yang lain.
Sebagaimana ayat Al Qur’an yang memerintahkan kita menjaga Shalat Wustha, yang banyak ahli Tafsir memahami shalat wustha adalah Shalat Ashar. Dalam hal ini, shalat Ashar mendapat perhatian khusus untuk kita jaga. Firman Allah :
"Peliharalah segala shalat mu, dan peliharalah shalat wustha. Tegakanlah untuk Alloh dengan khusuk" (Q.S. al Baqarah :238).
Nama Muharram secara bahasa, berarti diharamkan. Maka kembali pada permasalahan yang telah dibahas sebelumnya, hal tersebut bermakna pengharaman perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah memiliki tekanan khusus untuk dihindari pada bulan ini.

Bulan Muharram merupakan suatu bulan yang disebut sebagai “syahrullah” (Bulan Allah) sebagaimana yang disampaikan Rasulullah SAW, dalam sebuah hadis. Hal ini bermakna bulan ini memiliki keutamaan khusus karena disandingkan dengan lafdzul Jalalah (lafadz Allah). Para Ulama menyatakan bahwa penyandingan sesuatu pada yang lafdzul Jalalah memiliki makna tasyrif (pemuliaan), sebagaimana istilah baitullah, Rasulullah, Syaifullah dan sebagainya.
Rasulullah bersabda : “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bula Allah (yaitu) Muharram. Sedangkan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam”. (H.R. Muslim)
Di bulan Muharram ini terdapat sebuah hari yang dikenal dengan istilah Yaumul 'Asyuro, yaitu pada tanggal sepuluh bulan ini. Asyuro berasal dari kata Asyarah yang berarti sepuluh.
Pada hari Asyuro ini, terdapat sebuah sunah yang diajarkan Rasulullah saw. kepada umatnya untuk melaksanakan satu bentuk ibadah dan ketundukan kepada Allah Ta’ala. Yaitu ibadah puasa, yang kita kenal dengan puasa Asyuro. Adapun hadis-hadis yang menjadi dasar ibadah puasa tersebut, diantaranya :

1.Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra, Rasulullah saw, bersabda :
“ Aku berharap pada Allah dengan puasa Asyura ini dapat menghapus dosa selama setahun sebelumnya.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
2. Ibnu Abbas ra berkata :
"Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw, berupaya keras untuk puasa pada suatu hari melebihi yang lainnya kecuali pada hari ini, yaitu hari as Syura dan bulan Ramadhan.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
3. Ibnu Abbas ra berkata :
Ketika Rasulullah saw. tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari‚ Asyura, maka Beliau bertanya : "Hari apa ini?. Mereka menjawab :“ini adalah hari istimewa, karena pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, Karena itu Nabi Musa berpuasa pada hari ini. Rasulullah pun bersabda :
"Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian
“
Maka beliau nerpuasa dan memerintahkan shahabatnya untuk berpuasa. (H.R. Bukhari dan Muslim)
4.Dalam riwayat lain, Ibnu Abbas ra berkata :
Ketika Rasulullah saw. berpuasa pada hari asyura dan memerintahkan kaum muslimin berpuasa, mereka (para shahabat) berkata : "Ya Rasulullah ini adalah hari yang diagungkan Yahudi dan Nasrani". Maka Rasulullah pun bersabda :"Jika tahun depan kita bertemu dengan bulan Muharram, kita akan berpuasa pada hari kesembilan (tanggal sembilan).“ (H.R. Bukhari dan Muslim)
Imam Ahmad dalam musnadnya dan Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya meriwayatkan sebuah hadis dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah saw. bersabda : "Puasalah pada hari Asyuro, dan berbedalah dengan Yahudi dalam masalah ini, berpuasalah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya.“
Selain hadis-hadis yang menyebutkan tentang puasa di bulan ini, tidak ada ibadah khusus yang dianjurkan Rasulullah   untuk dikerjakan di bulan Muharram ini.

Bagaimana Berpuasa di bulan Asyura ?
Ibnu Qoyyim dalam kitab Zaadul Ma’aad –berdasarkan riwayat-riwayat yang ada- menjelaskan :
- Urutan pertama, dan ini yang paling sempurna adalah puasa tiga hari, yaitu puasa tanggal sepuluh ditambah sehari sebelum dan sesudahnya (9,10,11)
- Urutan kedua, puasa tanggal 9 dan 10.
Inilah yang disebutkan dalam banyak hadits
- Urutan ketiga, puasa tanggal 10 saja.
Puasa sebanyak tiga hari (9,10,dan 11) dikuatkan para para ulama dengan dua alasan sebagai berikut :
1. Sebagai kehati-hatian, yaitu kemungkinan penetapan awal bulannya tidak tepat,maka puasa tanggal sebelasnya akan dapat memastikan bahwa seseorang mendapatkan puasa Tasu’a (tanggal 9) dan Asyuro (tanggal 10)
2. Dimasukkan dalam puasa tiga hari pertengahan bulan (Ayyamul bidh).
Adapun puasa tanggal 9 dan 10, dinyatakan jelas dalam hadis  pada akhir hidup beliau sudah merencanakan
ryang shahih, dimana Rasulullah  untuk puasa pada tanggal 9. hanya saja beliau meninggal sebelum melaksanakannya. Beliau juga memerintahkan para shahabat untuk berpuasa pada tanggal 9 dan tanggal 10 agar berbeda dengan ibadah orang-orang Yahudi.
Sedangkan puasa pada tanggal sepuluh saja, sebagian ulama memakruhkannya, meskipun pendapat ini tidak dikuatkan sebagian ulama yang lain.
Secara umum, hadits-hadis yang terkait dengan puasa Muharram menunjukkan anjuran Rasulullah saw untuk melakukan puasa,sekalipun itu hukumnya tidak wajib tetapi sunnah muakkadah, dan tetunya kita berusaha untuk menghidupkan sunnah yang telah banyak dilalaikan oleh kaum muslimin.

Peristiwa di Bulan Muharram
Pada tanggal 10 Muharram 61H, terjadilah peristiwa yang memilukan dalam  sejarah Islam yaitu terbunuhnya cucu Rasulullah Husei
n di sebuah tempat yang bernama Karbala. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan “Peristiwa Karbala”. Pembunuhan tersebut dilakukan oleh pendukung Khalifah yang sedang berkuasa pada saat itu yaitu Yazid bin Mu’awiyah, meskipun sebenarnya Khalifah sendiri saat itu tidak menghendaki pembunuhan tersebut.
Peristiwa tersebut memang sangat tragis dan memilukan bagi siapa saja yang mengenang atau membaca kisahnya,  dan kita tentu mencintai dan
memuliakannya apalagi terhadap orang yang dicintai Rasulullah  . Namun musibah apapun yang terjadi dan betapapun kita sangat mencintai keluarga Rasulullah  , hal itu jangan sampai membawa kita larut dalam kesedihan dan melakukan kegiatan-kegiatan sebagai bentuk duka dengan  memukul-mukul diri, menangis apalagi sampai mencela shahabat Rasulullah yang tidak termasuk Ahli Bait (keluarga dan keturunan beliau). Yang mana hal ini biasa dilakukan suatu kelompok syi'ah yang mengaku memiliki kecintaan yang sangat tinggi terhadap Ahli Bait (Keluarga Rasulullah), padahal kenyataanya tidak demikian.

Adat Istiadat di Tanah Air
Pada awal Muharram, yang sering dikenal dengan istilah 1 Suro, di tanah air sering diadakan acara ritual dan adat yang beraneka macam bahkan tidak jarang mengarah pada kesyirikan, seperti
memandikan jimat dan meminta berkah pada benda-benda yang dianggap keramat dan sakti, membuang sesajian ke laut agar Sang Penguasa Laut tidak marah dan lain sebagainya. Hal-hal semacam ini harus dihindari oleh setiap muslim dimanapun mereka berada.
Rasulullah telah mengajarkan pada kita agar memiliki jati diri sebagai seorang Muslim dalam kehidupan. Jangan sampai seorang muslim mudah terbawa oleh budaya atau ritual agama lain dalam menjalankan ibadah pada Allah. Ajaran yang dibawa Rasulullah telah jelas dan sempurna tidak layak bagi kita untuk menambah atau menguranginya.
Karena sebaik-baik pedoman adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk beliau, yang tidak ada keselamatan kecuali dengan berpegang kepada keduanya dengan mengikuti pemahaman para sahabat, tabi'in dan penerus mereka yang setia berpegang kepada sunnahnya dan meniti jalannya, adapun hal-hal baru dalam masalah agama adalah sesat sedangkan kesesatan itu akan menghantarkan ke neraka, wa
na’udzubillah.
         Semoga kita selalu diberi taufiq dan dibimbing oleh Allah swt. Kejalan-Nya yang lurus serta mendapatkan keridhaan dan ampunany-Nya, amin ya rabbal 'alamin.

Kata Kunci Guru Dalam: Google,artikel,Blogger guru,guru kata,kata guru,guru dai,kata kunci,keywords,sertifikasi guru,artikel,Blogger,guru,guru kata,kata guru,kata kunci,sismanan,mts muhammadiyah patikraja,ma muhammadiyah purwokerto,info banyumas,dai banyumas,sertifikasi guru,patikraja guyub
Flag Counter