Kamis, 16 Oktober 2014

Tesis : PENGARUH SUPERVISI KEPALA MADRASAH DAN IKLIM ORGANISASI TERHADAP KINERJA GURU





BAB III
METODE PENELITIAN

A.    Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/ statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.[1] 
Dalam rangka mendapatkan jawaban permasalahan yang menjadi konsen penelitian kuantitatif hampir sepenuhnya memusatkan studinya pada variabel. Variabel dapat diartikan sebagai obyek pengamatan atau fenomena yang diteliti.[2]
Penelitian kuantitatif mengharuskan hasil penelitian yang obyektif, terukur dan selalu terbuka untuk diuji. Variabel membedakan satu obyek dengan obyek lainnya dan memiliki nilai yang bervariasi. Menurut kedudukannya variabel dibagi menjadi dua, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas adalah variabel yang nilainya mempengaruhi variabel terikat. Sebaliknya variabel terikat adalah variabel yang nilainya dipengaruhi oleh variabel bebas.[3]
Dalam penelitian ini ada tiga variabel, yakni dua variabel bebas dan satu variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah supervisi kepala madrasah (X1) dan iklim organisasi (X2), sedang variabel terikatnya adalah kinerja guru (Y).
Hubungan antara ketiga variabel tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

SUPERVISI
KEPALA
MADRASAH
(X1)                                           H1

                                                                                         
                                                                                          KINERJA
                                                      H3                               GURU
                                                                                          (Y)

                                                    H2
IKLIM                                     
ORGANISASI
(X2)

Gambar 3.1 Hubungan Antar Variabel



B.     Populasi dan Sampel
Populasi adalah semua anggota kelompok manusia, binatang, peristiwa, atau benda yang tinggal bersama dalam satu tempat dan secara terencana menjadi target kesimpulan dari hasil akhir suatu penelitian.[4] Populasi dalam penelitian ini adalah guru di Madrasah Aliyah Swasta di Kabupaten Banyumas yang berjumlah 262 orang yang tersebar di 12 Madrasah Aliyah Swasta di Kabupaten Banyumas. Data selengkapnya ada pada tabel 3.1 sebagai berikut:
Tabel 3.1.
Jumlah Populasi Guru di MA Swasta di Kabupaten Banyumas
NO
NAMA MADRASAH
POPULASI
1
MA MWI Kebarongan Kemranjen
59
2
MA Ma’arif NU Kemranjen
27
3
MA Muhammadiyah Purwokerto
15
4
MA Miftahul Huda Rawalo
26
5
MA Miftahussalam Banyumas
21
6
MA Muhammadiyah Pekuncen
13
7
MA Al-Ikhsan Beji Kedungbanteng
13
8
MA Nahdlotuttalamid Jombor Tambak
20
9
MA Al-Falah Jatilawang
22
10
MA Ma’arif NU Kebasen
15
11
MA Ar-Ridlo Pekuncen
13
12
MA Ma’arif NU Cilongok
18

JUMLAH
262
                                 Sumber: Kasi Penma Kankemenag Banyumas
Tidak semua populasi akan diteliti, oleh karenanya jumlahnya yang cukup banyak oleh karenanya maka penelitian ini menggunakan teknik sampel. Sebagian dari jumlah populasi yang dipilih untuk sumber data disebut sampel.[5]
Teknik yang digunakan dalam menentukan sampel adalah teknik sampling klaster yang serupa dengan sampling bertingkat dimana subyek dipilih dari kelompok-kelompok individu dari populasi. Hanya saja sebagai unit sampel adalah kelompok, misalnya sekolah, kelas dan wilayah dan bukan individu. Dalam menggunakan teknik ini, peneliti pertama-tama memilih unit  (kelompok individu) secara acak (random sample). Bila unit telah terpilih, individu yang menjadi anggota unit tersebut secara otomatis dijadikan subyek penelitian.[6] Dalam penelitian ini kelompok yang dimaksud adalah Madrasah Aliyah Swasta yang berjumlah 12.
 Sampling klaster ini dalam pelaksanaannya seringkali digabungkan dengan sampling bertingkat.[7] Maka peneliti membagi Madrasah Aliyah tersebut dalam kategori MA di daerah perkotaan dan MA di daerah pedesaan. Setelah itu di pilih secara acak dua MA yang mewakili MA perkotaan dan dua MA yang mewakili MA di pedesaan.
Setelah dilakukan proses tersebut terpilihlah MA Muhammadiyah Purwokerto dan MA Al-Ikhsan Beji Kedungbanteng yang mewakili MA di daerah kota serta MA Miftakhussalam Banyumas dan MA Ma’arif NU Kebasen yang mewakili MA di daerah pedesaan dengan jumlah sampelnya menjadi 64.      
                
C.    Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan angket atau kuisioner. Jenis angket yang digunakan adalah jenis angket tertutup. Kuisioner yang tertutup atau berstruktur, respon yang diberikan sudah tersedia sehingga subyek tinggal memilih (seperti pilihan ganda).[8] dimana pertanyaan yang diajukan telah disertai jawaban yang bertingkat.
Alasan pemilihan angket dalam penelitian ini agar peneliti memperoleh informasi yang relevan dan memperoleh informasi dengan reliabilitas dan validitas yang tinggi.
Data yang diperoleh melalui angket merupakan data primer. Data primer adalah data yang diperoleh atau bersumber dari tangan pertama.[9]
Teknik pengumpulan data melalui angket yang akan dilakukan peneliti adalah melalui tahapan-tahapan sebagai berikut:
1.      Setelah memperoleh ijin penelitian, peneliti akan segera menyebarkan angket ke madrasah yang menjadi objek penelitian.
2.      Penyebaran angket akan dilakukan sendiri oleh peneliti kepada masing-masing responden yakni guru yang terpilih secara acak di masing-masing madrasah.
3.      Sebelum responden mengisi angket, peneliti akan memberikan surat pengantar dan penjelasan secara lisan tentang maksud dan tujuan angket agar responden memahami maksud pengisian angket serta menghindari kekeliruan dalam pengisian oleh responden.
4.      Responden akan diberi waktu yang cukup untuk mengisi seluruh item pertanyaan yang ada dalam angket dan apabila sudah selesai baru angkat tersebut dikembalikan kepada peneliti.
Dari ketiga variabel penelitian dan berdasarkan teori yang ada maka disusunlah indikator dari masing-masing variabel sebagai berikut:
1.      Variabel Supervisi Kepala Madrasah
a.       Merencanakan program supervisi
1)      Merencanakan supervisi
2)      Memberikan arahan teknis
3)      Menyusun jadwal
b.      Melaksanakan supervisi
1)      Menggunakan instrumen supervisi
2)      Melakukan kunjungan kelas
3)      Melaksanakan supervisi dengan tertib
c.       Menindaklanjuti supervisi
2.      Variabel Iklim Organisasi
a.       Yayasan/ kepala madrasah
1)           Memiliki aturan yang jelas dan terinci
2)                 Kebijakan yang diambil memperhatikan aspirasi guru dan karyawan
3)                  Imbalan/ gaji proporsional dan adil
4)                  Mudah berkomunikasi dengan guru dan karyawan
5)                 Memiliki teknik dan cara mendisiplinkan guru dan karyawan yang tepat dan bijak
6)                 Memberikan kepercayaan kepada guru/karyawan dalam melaksanakan tugas
7)                 Perhatian terhadap permasalahan yang dimiliki guru dan karyawan
8)                  Memperhatikan kebutuhan dan kesejahteraan karyawan
b.      Tingkah laku guru/karyawan
1)      Komunikasi antar guru/ karyawan hangat dan akrab
2)      Terjalin kerjasama yang bagus antar guru dan karyawan
3)      Guru dan karyawan memiliki kepribadian yang baik
c.     Tingkah laku siswa
1)      Hubungan antar siswa hangat dan akrab
2)      Siswa memiliki kepribadian yang baik
3)      Hubungan antara siswa dan guru/karyawan baik
d.      Faktor eksternal organisasi
1)   Adanya orangtua yang mendukung kegiatan belajar mengajar
2)   Memiliki komite yang mendukung kemajuan madrasah
3)   Adanya program pemerintah yang mendukung pendidikan di madrasah
4)   Memiliki lingkungan yang baik dan mendukung proses di madrasah
3. Variabel Kinerja Guru
a.       Kapasitas dalam menguasai ilmu pengetahuan
1)   Menguasai materi pelajaran
2)   Menguasai teori, prinsip dan prosedur dalam mentransfer ilmu pengetahuan
3)   Menggunakan pengetahuan tentang keadaan siswa untuk peningkatan mutu belajar siswa
4)   Menguasai pengetahuan mengintegrasikan tugas dalam pelaksanaan pembelajaran
5)   Menguasai cara menilai hasil belajar
6)   Menggunakan ketrampilan mengendalikan  pembelajaran sesuai rencana
7)   Merancang instrumen penilaian hasil belajar, remidial dan pengayaan
8)   Menguasai pengembangan baca tulis dan mengarahkan siswa menjadi pembelajar efektif
9)   Mampu mengembangkan kecakapan berpikir kritis, kreatif, inovatif, logis dan imajinatif melalui kegiatan pembelajaran yang interaktif.
10)        Mampu mengembangkan potensi siswa menuju siswa yang memiliki keunggulan
b.      Pengembangan kapasitas pengetahuan
1)      Belajar mandiri secara individu maupun tim
2)      Mengikuti pelatihan dan  mampu mengekspresikan pikiran dalam bentuk lisan dan tulisan
3)      Mengembangkan kerjasama melalui jejaring profesional dan sosial
4)      Mengembangkan ilmu pengetahuan dalam kegiatan penelitian dan karya inovatif

c.       Implementasi manajemen pembelajaran
1)        Menggunakan kalender pendidikan, peraturan akademik dn prinsip penyusunan KTSP
2)        Merencanakan pembelajaran yang terwujud dalam silabus dan RPP yang dibuat berdasarkan analisis kebutuhan siswa
3)       Mengembangkan instrumen penilaian yang mengukur target mutu yang memenuhi standar kompetensi lulusan
4)       Melaksanakan pembelajaran yang sesuai skenario RPP.
5)       Melakukan penilaian dan ditindaklanjuti dengan analisis butir soal, remidial dan pengayaan.
6)  Menunaikan tugas birokratis
7)  Memenuhi tugas 37,5 jam perminggu dan mengajar 24 jam.
8)   Hadir sesuai jadwal, datang dan pulang tepat waktu
9)   Menghasilkan karya ilmiah dan karya inovatif
10)  Emosinya stabil baik di kelas maupun diluar kelas
11)    Menggunakan bahasa yang komunikatif dan santun
12)    Berpakaian rapi yang menunjang keteladannya sebagai  pendidik
13)    Memenuhi kegiatan sekolah, upacara bendera dengan tepat waktu
14)    Mengikuti kegiatan organisasi profesi
15)    Berpartisipasi dalam memecahkan masalah disekolah maupun masyarakat
16)    Memenuhi standar prestasi kerja
d.    Akuntabilitas menunaikan tugas mengajar dan membimbing
1)         Nilai siswa sesuai dengan KKM dan target nilai UN
2)         Berpikir kritis, kreatif, logis dan imaginatif
          Berdasarkan indikator tersebut selanjutnya peneliti membuat kisi-kisi intrumen dan dari kisi-kisi tersebut kemudian disusun menjadi item-item pertanyaan dengan menggunakan alternatif jawaban-jawaban positif yang bertingkat  (skala likers), yaitu 1. Selalu (SL), 2. Sering (SR), 3. Kadang-Kadang (KD), 4. Jarang (JR) dan 5. Tidak Pernah (TP).

D.    Uji Validitas dan Reliabilitas
Validitas adalah seberapa jauh penjelasan ilmiah tentang suatu fenomena sesuai dengan kenyataan. Validitas dapat dibedakan menjadi dua: internal dan eksternal. Validitas internal mengacu pada seberapa jauh apa yang diamati, diukur, dan dianalisis sesuai dengan kenyataan. Validitas eksternal mengacu pada kemampuan generalisasi hasil atau dengan kata lain, seberapa jauh hasil serta kesimpulan dapat diterapkan untuk memahami populasi serta setting yang lebih luas.[10]
Sisi lain dari pengertian validitas adalah aspek kecermatan pengukuran. Suatu alat ukur yang valid, tidak sekedar mmpu mengungkapkan data dengan tepat akan tetapi juga harus memberikan gambaran yang cermat mengenai data tersebut.[11]
Validitas internal instrumen yang berupa test harus memenuhi construct validity (validitas konstruksi) dan content validity (validitas isi). Sedangkan untuk instrumen yang nontest yang digunakan untuk mengukur sikap cukup memenuhi validitas konstruksi.[12]
Validitas sangat penting karena tanpa instrumen yang valid data atau hasil penelitian akan memberikan kesimpulan yang bias. Validitas mengacu pada pengertian seberapa jauh instrumen yang dibuat dapat mengukur apa yang dimaksudkan untuk diukur.[13]
Menggunakan alat ukur yang bertujuan untuk mengukur suatu aspek tertentu akan tetapi tidak dapat memberikan hasil ukur yang cermat dan teliti tentu akan menimbulkan berbagai kesalahan. Kesalahan itu dapat berupa hasil yang terlalu tinggi (overestimasi) atau terlalu rendah (underestimasi). Keragaman kesalahan ini dalam istilah statistika disebut varians kesalahan atau varians eror. Alat ukur yang valid adalah yang memiliki varians eror yang kecil.[14]
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan dua uji yakni uji validitas isi (content validity) dan validitas empiris (empirical validity). Validitas isi adalah untuk menguji kesesuaian isi pertanyaan dalam instrumen dengan indikator masing-masing variabel. Validitas empiris digunakan untuk mengkorelasikan skor pada butir-butir soal dengan skor total dengan menggunakan rumus korelasi product moment. Bila nilai korelasi lebih besar dari nilai korelasi dalam tabel maka termasuk valid.
Reliabilitas merupakan terjemahan dari reliability yang mempunyai asal kata rely dan ability. Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi disebut sebagai pengukuran yang reliabel.  Hasil pengukuran dapat dikatakan reliabel apabila dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok subyek yang sama diperoleh hasil yang relatif sama.[15]
Dalam penelitian ini karena itemnya banyak maka uji validitas dan reliabilitas dilakukan persub variabel dengan perhitungan menggunakan program SPSS. Apabila telah diperoleh hasilnya maka ketentuan yang dipakai adalah apabila didapatkan nilai Croanbach’s Alpha kurang dari 0,600 berarti buruk, sekitar 0,700 diterima dan lebih dari atau sama dengan 0,800 adalah baik. Dengan nilai 0,966 maka termasuk kategori baik.
Interpretasi hasi analisis program SPSS dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu sebagai berikut:
1.      Menggunakan tanda flag (*) dimana jika ada tanda satu buah flag (*) menunjukkan bahwa indikator tersebut signifikan pada taraf 5% dan tanda dua buah flag (**) menunjukkan bahwa indikator  tersebut valid pada taraf 1%.
2.      Menggunakan signifikansi pada baris kedua masing-masing indikator dimana indikator dinyatakan valid pada taraf 5% jika mempunyai signifikansi dibawah 0,05 dan valid pada taraf 1% jika mempunyai signifikansi dibawah 0,01.
3.      Menggunakan R tabel, yaitu membandingkan nilai Pearson Correlation (baris pertama masing-masing indikator) dengan nilai R yang terdapat pada tabel, dimana R tabel dilihat sesuai dengan jumlah sampelnya (N).[16]

E.     Teknik Analisis Data
1.      Statistik Inferensial
Teknik analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan statistik inferensial karena penelitian tidak dilakukan pada seluruh populasi tapi dengan menggunakan sampel dan pengambilan sampelnya secara acak. Teknik penarikan kesimpulan tentang populasi yang didasarkan pada informasi  yang diperoleh dari  sampel dalam statistik itulah yang disebut teknik statistik inferensial. Statistik menggunakan angka untuk menentukan “tingkat kemungkinan” tersebut. Angka tersebut menunjukkan seberapa besar kemungkinan penarikan itu benar.[17] Peluang kesalahan dan kebenaran ini disebut taraf signifikansi.
2.      Uji Normalitas Data
Dalam penelitian perbandingan, sampel kelompok-kelompok yang dibandingkan harus berdistribusi normal. Untuk melihat apakah data berdistribusi normal maka perlu dilakukan uji normalitas data. Uji normalitas data digunakan untuk mengetahui apakah data dalam penelitian berdistribusi normal atau tidak dan juga  untuk memeriksa apakah sampel yang diambil mempunyai kesesuaian dengan populasi. Pengujian dilakukan menggunakan uji Chi kuadrat (2), Liliefors atau Kolmogorov-Smirnov.[18] Dalam penelitian ini peneliti menggunakan uji asumsi klasik dari Kolmogorov-Shirmov karena datanya regresi.
Analisis regresi adalah suatu analisis yang mengukur pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Jika pengukuran pengaruh ini melibatkan satu variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y), dinamakan analisis regresi linier sederhana yang dirumuskan Y= a + bX. Nilai a adalah konstanta dan nilai b adalah koefisien regresi untuk variabel X.[19]
Variabel yang diuji normalitas datanya dalam penelitian ini terdiri dari variabel Supervisi Kepala Madrasah (X1), Iklim Organisasi (X2) sebagai variabel bebas dan Kinerja Guru (Y) sebagai variabel terikatnya.
Norma yang digunakan dalam uji Kolmogorov-Smirnov untuk pengambilan keputusan berupa;
-          Jika probabilitas (Sig.) > 0,005, maka H0 diterima dan Ha ditolak
-          Jika probabilitas (Sig.) < 0,005, maka Ha diterima dan H0 ditolak
Selain itu dilakukan juga Uji Analisis Klasik Multikolinieritas. Uji multikoliinieritas merupakan uji yang ditunjukan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (variabel independen). Model regresi yang baik selayaknya tidak terjadi multikolinieritas. Untuk mendeteksi ada atau tidakny multikolinieritas:
a.        Nilai R2 yang dihasilkan oleh suatu estimasi model regresi empiris sangat tinggi, tetapi secara individual variabel bebas banyak yang tidak signifikan mempengaruhi variabel terikat.
b.       Menganalisis korelasi antar variabel bebas. Jika antar variabel bebas ada korelasi yang cukup tinggi (diatas 0,90) maka hal ini merupakan indikasi adanya multikolinieritas.
c.       Multikolinieritas dapat juga dilihat dari VIF, jika VIF < 10 maka tingkat kolinieritas dapat ditoleransi.
d.      Nilai Eigenvalue sejumlah satu atau lebih variabel bebas yang mendekati nol memberikan petunjuk adanya multikolinieritas.[20]
Uji asumsi klasik multikolinieritas ini  diterapkan untuk analisis regresi berganda yang terdiri atas dua atau lebih variabel bebas (X1, X2, X3, ....., Xn), dimana akan diukur tingkat asosiasi (keeratan) hubungan pengaruh antar variabel bebas tersebut melalui besaran koefisien korelasi (r) dikatakan terjadi multikolinieritas jika koefisien korelasi antar variabel bebas lebih besar dari 0,60 (pendapat lain: 0,50 dan 0,90). Dikatakan tidak terjadi multikolinieritas jika koefisien korelasinya (r) lebih kecil dari 0,60.[21]
Cara lain dalam menentukan ada tidaknya multikolinieritas, dapat digunakan cara lain, yakni dengan melihat nilai tolerance (a) dan nilai variance inflation factor (VIF). Jika nilai nilai tolerance (a) <  nilai variance inflation factor (VIF) berarti terpenuhi multikolinieritasnya. Nilai Tolerance (a) adalah besarnya tingkat kesalahan yang dibenarkan secara statistik dan nilai variance inflation factor (VIF) adalah faktor inflasi penyimpangan baku kuadrat.
Selain itu diperlukan juga uji asumsi klasik heteroskedastisitas yang bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual  satu pengamatan atau data isian responden ke pengamatan atau data isian responden yang lain. Pendeteksian ada tidaknya heteroskedastisitas dilakukan dengan cara meregresikan nilai absolute residual terhadap variabel independent. Ketentuan yang berlaku adalah jika nilai sig. lebih besar dari 0,05 berarti terdapat heteroskedastisitas.[22]
3.      Uji Hipotesis
Prosedur selanjutnya yang perlu dilakukan adalah melakukan uji hipotesis, yaitu dengan jalan memeriksa batas penerimaan-penolakan taraf signifikansi statistik dari koefisien jalur yang dihasilkan.
Pengujian hipotesis dalam penelitian ini meliputi:
a.       Regresi sederhana
Fungsi regresi sederhana adalah untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel prediktor yaitu Supervisi Kepala Madrasah (X1) dan Iklim Organisasi (X2) terhadap  variabel terikatnya yaitu Kinerja Guru (Y), dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:
Ŷ = a + b1X1
Ŷ = a + b2X2
Untuk menguji masing-masing prediktor (X1 dan X2) dengan menggunakan kriterium Y menggunakan uji F yang dianalisis dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 17.0
b.      Regresi ganda
Fungsi regresi ganda adalah untuk memprediksi variabel terikat  dari beberapa variabel bebas. Analisis regresi ganda digunakan dalam uji hipotesis ini karena terdapat dua variabel bebas dan satu variabel terikat.
Ŷ = a + b1X1 + b2X2
Untuk menguji kedua prediktor (X1 dan X2) secara bersama-sama dengan kriterium Y menggunakan bantuan program komputer SPSS versi 17.0
Prosedur yang ditempuh dalam uji hipotesis adalah  dengan jalan memeriksa batas penerimaan-penolakan taraf signifikansi statistik dari koefisien jalur yang dihasilkan. Koefisien jalur (ρ) adalah koefisien korelasi baku, β. Menurut Phedazur (1982) ada dua cara yang dapat ditemph untuk menentukan apakah β termasuk dalam koefisien yang secara statistik signifikan  atau tidak, yaitu dengan memeriksa rasio t dan rasio F. Apabila rasio t yang dihasilkan lebih kecil  dari pada rasio t dalam tabel maka koefisien jalur pada variabel tersebut tidak signifikan. Demikian juga dalam penggunaan rasio F telah dikenal suatu kriteria umum, yaitu apabila taraf signifikansi rasio F pada β >0,05 maka koefisien jalur pada variabel tersebut tidak signifikan. Koefisien jalur yang tidak signifikan memiliki konsekuensi antara lain Ho tidak dapat ditolak.[23]


[1] Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung:Alfabeta, 2013), hal.14.
[2] Ibnu Hadjar, Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kwantitatif Dalam Pendidikan, (Jakarta:RajaGrafindo Persada, 1996), hal.156.
[3] Purwanto, Statistika Untuk Penelitian, (Yogyakarta:Pustaka Pelajar,2011), hal.21.
[4] Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Jakarta:Bumi Aksara, 2003), hal.53.
[5] Ibid., hal.54.
[6] Ibnu Hadjar, Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kwantitatif Dalam Pendidikan, (Jakarta:RajaGrafindo Persada, 1996), hal.143.
[7] Ibid., hal.144.
[8] Ibnu Hadjar, Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kwantitatif Dalam Pendidikan, (Jakarta:RajaGrafindo Persada, 1996), hal.184.
[9] Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan, (Jakarta: RajaGrafindo,2012),hal.19.
[10] Ibnu Hadjar, Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kwantitatif Dalam Pendidikan, (Jakarta:RajaGrafindo Persada, 1996), hal.106.
[11] Saifuddin Azwar, Reliabilitas dan Validitas, (Yogyakarta:Pustaka Pelajar,2008), hal.6.
[12] Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung:Alfabeta, 2013), hal.176.
[13] Ibnu Hadjar, Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kwantitatif Dalam Pendidikan, (Jakarta:RajaGrafindo Persada, 1996),, hal.166.
[14] Saifuddin Azwar, Reliabilitas dan Validitas, (Yogyakarta:Pustaka Pelajar,2008), hal.7.
[15] Ibid.,hal.4.
[16] Dikutip dari https://docs.google.com/uji-validitas. 27 September 2014.
[17] Ibnu Hadjar, Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kwantitatif Dalam Pendidikan, (Jakarta:RajaGrafindo Persada, 1996), hal.245.
[18] Purwanto, Statistika Untuk Penelitian, (Yogyakarta:Pustaka Pelajar,2011), hal.156.
[19] Danang Sunyoto, Analisis Regresi dan Uji Hipotesis, (Yogyakarta:CAPS, 2011), hal.9
[20] Tony Wijaya, Analisis Data Penelitian Menggunakan SPSS, (Yogyakarta:Universitas Atmajaya, 2009), hal.119
[21] Danang Sunyoto, Analisis Regresi dan Uji Hipotesis, (Yogyakarta:CAPS, 2011), hal.79
[22] TitaQuest, “Analisis Uji Heteroskedastisitas dengan menggunakan SPSS”, dikutip dari http://www.spssindo.blogspot.com./accessed 4 September 2014.
[23] Tulus Winarsunu, Statistik dalam Penelitian Psikologi dan Pendidikan, (Malang:UMM Press, 2009), hal.288


Tidak ada komentar:

Kata Kunci Guru Dalam: Google,artikel,Blogger guru,guru kata,kata guru,guru dai,kata kunci,keywords,sertifikasi guru,artikel,Blogger,guru,guru kata,kata guru,kata kunci,sismanan,mts muhammadiyah patikraja,ma muhammadiyah purwokerto,info banyumas,dai banyumas,sertifikasi guru,patikraja guyub
Flag Counter