Selasa, 23 Agustus 2016

Renungan Hari Kemerdekaan


Renungan Kemerdekaan:
BANGKIT DENGAN PENDIDIKAN DAN KERJA KERAS

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.
. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.
Segala puji bagi Alloh karena masih memberikan kita kenikmatan berupa kemerdekaan bangsa Indonesia, semua adalah atas berkat rahmat Alloh Yang Maha Kuasa disamping perjuangan para pahlawan bangsa yang telah berkurban jiwa raganya untuk mendapatkan kemerdekaan bangsanya. Mudah-mudahan kita bisa menjadi orang yang mau meneladani para pahlawan dalam berjuang mengisi kemerdekaan ini. Kita harus menyadari benar bahwa ada tangan Tuhan dibalik diraihnya kemerdekaan bangsa kita. Sungguh mustahil kita yang berjuang dengan senjata yang seadanya bisa meraih kemerdekaan dari sebuah bangsa yang memiliki persenjataan yang jauh lebih hebat. Bukankah merdeka bukan karena kita menang perang tapi karena adanya sebuah kondisi yang memang telah ditentukan oleh-Nya berupa kekosongan pemerintahan (vacum of power) dari sebuah masa transisi kekalah Jepang dari Sekutu dan tentara Sekutu yang belum datang yang bermaksud mengembalikan kekuasaan Belanda.
Apa makna kemerdekaan bagi orang yang beriman? Pada dasarnya kemerdekaan bukan hanya terbebas dari ikatan penjajahan tapi lebih jauh lagi pada dasarnya kemerdekaan sejati bagi seorang muslim adalah ketika kita bisa terbebas dari ikatan-ikatan kepada selain Alloh, terlepas dari penghambaan kepada sesama makhluk dan hanya mengabdi kepada Sang Kholiq. Memerdekakan diri dari sesama makhluk pada akhirnya kita harus bisa mengikatkan dan menghambakan diri kita kepada Robb kita. Tidak ada kebebasan yang yang terbatas dan ketika yang membatasi kita adalah Yang Maha Segalanya dan Yang Maha Tak Terbatas maka sesungguhnya kita sudah berada pada kemerdekaan sejati sebagai orang yang beriman.
Bagi bangsa Indonesia sekarang ini perjuangan yang harus dilakukan dan harus dimulai dari diri kita sebagai bagian dari Bangsa ini adalah perjuangan  membebaskan kita dari kejahiliyahan/kebodohan,serta  membebaskannya dari belenggu kemiskinan menuju pintu kesejahteraan sebaimana menjadi salah satu tujuan kita berbangsa dan bernegara sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat. Karena ternyata kita telah banyak mengalami ketertinggalan dari bangsa lain. Kita merdeka 17 Agustus 1945 dan Korea Selatan hanya beda 2 hari sebelum kita tapi keadaannya jauh berbeda. Dulu Korea jauh lebih miskin dari kita sehingga salam ketika mereka bertemu adalah apakah anda sudah bisa makan nasi? sekarang mereka telah menjadi negara yang berada dipapan atas sebagai negara maju.

Orang Korea Selatan tidak merayakan 15 Agustus seperti kita, mereka hanya mengibarkan bendera, tidak ada umbul-umbul, spanduk, lomba-lomba, apalagi resepsi yang meriah seperti kita. Apakah mereka jadi tidak cinta negaranya? Mereka justru sangat cinta dan bangga dengan negaranya.Mungkin kita malah terlalu banyak peringatan dan seremonial dengan banyak kehura-huraanya dalam peringatan kemerdekaan tanpa aksi nyata mengisi kemerdekaan. Kalo di negara kita disetiap kantor wajib menempel foto presiden di Korea hanya cukup bendera, bagi mereka siapapun presidennya tidak terlalu ambil pusing, sehingga tidak banyak gontok-gontokan saat pemilu sedang kita mungkin sudah terlalu mendewakan pemilu dan pemimpin yang terpilih sehingga rela mengeluarkan biaya besar dan mati-matian membelanya.
Korea juga pernah jatuh dalam perang saudara dan hidup dalam kemiskinan namun mereka bisa bangkit dengan kerja keras dan nyata. Ucapan Presiden Korea saat itu adalah “Mari kita bekerja lebih keras  dan lebih keras lagi agar anak-anak kita tidak dijual keluar negeri” lalu ditutup dengan pernyataan “Sekarang kita berjanji bahwa kita akan menyerahkan sebuah negara yang baik untuk putra dan putri kita, kita akan memberikan negara yang layak untuk dibanggakan”. Dan nyatanya hasil kerja keras mereka dapat dinikmati dan dibanggakan anak cucunya sekarang dengan menjadi negara maju yang tidak perlu menjual diri ke luar negeri.
Sepekan sebelum Indonesia merdeka Jepang porak-poranda oleh bom atom sekutu tapi setelah itu mereka bangkit lagi dengan pendidikan. Ucapan yang terkenal dari Kaisar Jepang setelah hancurnya kota-kota di Jepang adalah “Berapa guru yang masih tersisa?” Dengan pendidikan dan kerja keras akhirnya Jepang telah menjadi negara maju.
Negara tetangga (Jiran) Malaysia yang puluhan tahun merdeka setelah kita merdeka juga telah bangkit dengan pendidikannya, era 70-80an mereka banyak mendatangkan guru dari Indonesia dan mengirim anak bangsanya belajar ke luar negeri termasuk ke Indonesia untuk belajar dan sekarang ini mereka sudah mulai memetik hasil dari investasi yang mereka lakukan.
Belajar dari itu semua mari mengejar ketertinggalan kita dengan kerja keras, hilangkan kemalasan, tidak disiplin, dan mengutamakan pendidikan bagi diri dan generasi kita.
Marilah kita bersama membangkitkan semangat kepahlawanan dalam diri kita dan orang-orang disekitar kita, semangat rela berkorban, pantang menyerah, tidak takut mati dalam membela kebenaran,  karena bangsa kita sekarang ini juga butuh pahlawan-pahlawan pembangunan!
Semoga Alloh memberikan kekuatan kepada kita untuk menjadi pejuang sejati agar kita bisa bisa merdeka sepenuh hati dan tidak menjadi budak dinegeri sendiri.

Aamin Ya Robbal ‘aalamiin

Tidak ada komentar:

Kata Kunci Guru Dalam: Google,artikel,Blogger guru,guru kata,kata guru,guru dai,kata kunci,keywords,sertifikasi guru,artikel,Blogger,guru,guru kata,kata guru,kata kunci,sismanan,mts muhammadiyah patikraja,ma muhammadiyah purwokerto,info banyumas,dai banyumas,sertifikasi guru,patikraja guyub
Flag Counter