Sabtu, 12 November 2016

Laut Sebagai Ayat Kauniyah dan Qouliyah Alloh



LAUT
AYAT KAUNIYAH DAN QOULIYAH ALLOH


Al-qur’an diturunkan kepada Rosululloh SAW di Mekkah yang merupakan wilayah gurun namun ayat al-Qur’an ada 38 ayat yang berbicara tentang laut. Memang kalo kita sudah tahu seluruh bagian muka bumi sebenarnya bumi adalah planet air, bagian bumi yang tertutup lautan lebih luas dari pada permukaan bumi yang berupa daratan, 70% lautan dan hanya 30% daratan. Ketinggian daratan rata-rata hanya 840 meter, sedang lautan dalamnya rata-rata 3.800 meter. Laut yang terdalam adalah Palung Mindanau 11.000 meter lebih dan puncak tertinggi daratan 8.800 meter diatas permukaan laut. Kalo kita didaratan melihat banyak sekali jenis dan jumlah hewan dan tumbuhan yang banyak maka di lautan sebenarnya lebih banyak lagi jenis dan jumlah hewan dan tumbuhan di dalamnya. Di darat kita bisa melihat binatang yang paling gede adalah gajah atau beruang maka  di lautan banyak sekali hewan yang besarnya puluhan kali lebih dari gajah.
Melihat kemahaluasan dan kemisterian dari laut maka wajar ungkapan “ilmunya sedalam lautan”, “kaya nguyaih banyu segara” nggo nggambarna ilmu utawi barang sing akeh. Begitupun Al-Qur’an menggambarkan ilmu Alloh dalam surat Al-Kahfi ayat 109:
قُل لَّوۡ كَانَ ٱلۡبَحۡرُ مِدَادٗا لِّكَلِمَٰتِ رَبِّي لَنَفِدَ ٱلۡبَحۡرُ قَبۡلَ أَن تَنفَدَ كَلِمَٰتُ رَبِّي وَلَوۡ جِئۡنَا بِمِثۡلِهِۦ مَدَدٗا
Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)"
Laut dengan segala keluasan dan kemisterian yang belum terungkap oleh manusia adalah potensi sumber kekayaan bagi manusia yang perlu dijaga kelestariannya agar dapat memberikan kemanfaatan bagi manusia. Orang yang tinggal di daerah sekitar kutub contohnya Suku Eskimo krn jarang ada tumbuhan karena derahnya tertutup salju maka makanan pokoknya adalah daging dari hasil laut.
وَهُوَ ٱلَّذِي سَخَّرَ ٱلۡبَحۡرَ لِتَأۡكُلُواْ مِنۡهُ لَحۡمٗا طَرِيّٗا وَتَسۡتَخۡرِجُواْ مِنۡهُ حِلۡيَةٗ تَلۡبَسُونَهَاۖ وَتَرَى ٱلۡفُلۡكَ مَوَاخِرَ فِيهِ وَلِتَبۡتَغُواْ مِن فَضۡلِهِۦ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ ١٤
Dan Dialah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur. (Q.S. An-Nahl:14)
Jadi selain sebagai sumber makanan laut juga diambil berbagai hal darinya seperti mutiara, permata, kerang dan juga minyak yang bermanfaat untuk kehidupan manusia.
Hewan laut adalah halal sebagaimana dinyatakan dalam Qur’an Surat Al-Maidah ayat 96:
أُحِلَّ لَكُمۡ صَيۡدُ ٱلۡبَحۡرِ وَطَعَامُهُۥ مَتَٰعٗا لَّكُمۡ وَلِلسَّيَّارَةِۖ وَحُرِّمَ عَلَيۡكُمۡ صَيۡدُ ٱلۡبَرِّ مَا دُمۡتُمۡ حُرُمٗاۗ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ٱلَّذِيٓ إِلَيۡهِ تُحۡشَرُونَ ٩٦

Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. Dan bertakwalah kepada Allah Yang kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan

Hal yang juga masih misteri karena belum terjawab oleh ilmu manusia adalah adanya pertemuan dua lautan berbeda yang antara keduanya tidak menyatu satu dengan lainnya. Contohnya pertemuan antara Samudera Atlantik Utara dan Laut Tengah yang bertemu di Selat Gibraltar. Begitu pula ditemukannya aliran sungai air tawar dibawah laut lengkap dengan pohon-pohonannya di Mexico adalah bukti kebenaran ayat 53 surat Al-Furqon:
وَهُوَ ٱلَّذِي مَرَجَ ٱلۡبَحۡرَيۡنِ هَٰذَا عَذۡبٞ فُرَاتٞ وَهَٰذَا مِلۡحٌ أُجَاجٞ وَجَعَلَ بَيۡنَهُمَا بَرۡزَخٗا وَحِجۡرٗا مَّحۡجُورٗا ٥٣
Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi
Atau apa yang terdapat dalam Surat Arrohman 19-25:
مَرَجَ ٱلۡبَحۡرَيۡنِ يَلۡتَقِيَانِ ١٩  بَيۡنَهُمَا بَرۡزَخٞ لَّا يَبۡغِيَانِ ٢٠ فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٢١  يَخۡرُجُ مِنۡهُمَا ٱللُّؤۡلُؤُ وَٱلۡمَرۡجَانُ ٢٢ فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٢٣  وَلَهُ ٱلۡجَوَارِ ٱلۡمُنشَ‍َٔاتُ فِي ٱلۡبَحۡرِ كَٱلۡأَعۡلَٰمِ ٢٤ فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ٢٥
Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu
antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan. Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan. Dan kepunyaan-Nya lah bahtera-bahtera yang tinggi layarnya di lautan laksana gunung-gunung. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan
Laut juga merupakan daerah yang sangat dinamis, sebagaimana angin di daratan, arus laut dibawah dan gelompang dipermukaannya juga tidak pernah berhenti sedetikpun. Fenomena lain adalah adanya gunung api di dalam laut yang tidak pernah padam walaupun bertemu dengan banyak air laut. Hal ini telah digambarkan oleh Qur’an surat At Thur ayat 6:
 وَٱلۡبَحۡرِ ٱلۡمَسۡجُورِ ٦
dan laut yang di dalam tanahnya ada api
Dengan adanya arus laut adalah cara Alloh mendistribusikan panas dan makanan secara lebih merata kebagian yang terdalam sekalipun.
Fungsi laut juga adalah sebagai sarana transportasi, orang akan lebih mudah perjalanan via laut dari pada darat. Orang di Kalimantan Selatan akan lebih mudah ke Surabaya daripada ke Kalimantan Tengah atau Kalimantan Utara. Maka dalam konsep wawasan nusantara juga dinyatakan bahwa lautan bukanlah sebagai pemisah antar pulau namun justru disebutkan sebagai penghubung antar pulau. Hal ini terjadi karena laut telah di desain untuk mudah diarungi, kapal yang berat bisa terapung diatasnya serta ada tenaga angin atau mesin yang bisa menggerakkan, maka kita akan mendapatkankebanyakan peradaban atau kota-kota besar tumbuh ditepi-tepi pantai atau sungai.
۞ٱللَّهُ ٱلَّذِي سَخَّرَ لَكُمُ ٱلۡبَحۡرَ لِتَجۡرِيَ ٱلۡفُلۡكُ فِيهِ بِأَمۡرِهِۦ وَلِتَبۡتَغُواْ مِن فَضۡلِهِۦ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ 
Allah-lah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya dan supaya kamu dapat mencari karunia -Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur.
Kemudahan berlayar juga didukung oleh adanya navigator yang dikaruniakan Alloh berupa bintang-bintang dilangit yang akan menjadi petunjuk arah dan juga keadaan dilaut sebagaimana telah digambarkan dalam al-Qur’an surat al-An’am ayat 97:
وَهُوَ ٱلَّذِي جَعَلَ لَكُمُ ٱلنُّجُومَ لِتَهۡتَدُواْ بِهَا فِي ظُلُمَٰتِ ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِۗ قَدۡ فَصَّلۡنَا ٱلۡأٓيَٰتِ لِقَوۡمٖ يَعۡلَمُونَ ٩٧
Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui
Disamping membawa banyak manfaat, laut juga bisa membawa bencana. Bencana itu bisa abrasi, badai, tsunami. Bencana alam seperti itu sulit diprediksi kejadiannya, kecuali tsunami yang disebabkan karena gempa didasar laut yang biasanya terjadi 10-15 menit setelah terjadi gempa.
 وَإِذَا ٱلۡبِحَارُ فُجِّرَتۡ ٣
dan apabila lautan menjadikan meluap (QS.al-Infithor:3)
Bencana juga banyak terjadi karena ulah tangan manusia dan telah diingatkan oleh al-Qur’an surat Ar-Ruum ayat 41:
ظَهَرَ ٱلۡفَسَادُ فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ أَيۡدِي ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعۡضَ ٱلَّذِي عَمِلُواْ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ ٤١
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)
Bencana di laut yang disebabkan karena ulah tangan manusia antara lain:
1.   Pencemaran air laut yang disebabkan karena manusia membuang sampah dan limbah ke sungai atau laut. Perbuatan ini disamping menyebabkan pemandangan yang tidak enak dipandang mata juga akan dapat mengakibatkan penyakit-penyakit lain karena air laut yang tercemar akan dihirup binatang laut yang akhirnya juga dimakan oleh manusia..
2.   Rusaknya hutan bakau yang ditepi pantai akan mengakibatkan pengikisan bibir pantai (abrasi), selain itu akan mengakibatkan hilangnya habitat (tempat hidup dan berkembang biak) berbagai jenis hewan laut sehingga akan mengurangi hasil tangkapan ikan bagi nelayan.
3.   Rusaknya terumbu karang biasanya disebabkan karena mencari ikan dengan cara mengebom atau pengambilan, padahal karang juga merupakan tempat hidup beragai jenis biota laut sehingga dengan hancurnya habitat mereka
4.   Eksploitasi barang tambang seperti minyak bumi dan pasir yang tanpa memperhatikan kelestarian akan menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan.
Kerusakan laut akan menyebabkan kerugian bagi manusia baik jangka panjang dan juga jangka panjang. Dosa yang dilakukan generasi sekarang akan ditanggung akibatnya oleh anak cucunya
Namun biasanya karena adanya bencana juga akan dapat mengingatkan manusia akan kekuasaan Tuhannya sehingga ia menyebut dan meminta pertolongan kepada-Nya, walaupun seringkali setelah bencana berlalu maka akan berlalu pula doa dan dzikirnya.
Dan jangan pula kita masih beranggapan ada penguasa lain di laut selain Alloh sehingga kita perlu melakukan persembahan kepada-Nya yang demikian adalah dosa besar.

Tidak ada komentar:

Kata Kunci Guru Dalam: Google,artikel,Blogger guru,guru kata,kata guru,guru dai,kata kunci,keywords,sertifikasi guru,artikel,Blogger,guru,guru kata,kata guru,kata kunci,sismanan,mts muhammadiyah patikraja,ma muhammadiyah purwokerto,info banyumas,dai banyumas,sertifikasi guru,patikraja guyub
Flag Counter