Minggu, 22 November 2009

Laporan PCM Patikraj di Muspimda PDM Banyumas

A. Umum:
PCM Patikraja masih memiliki 10 PRM dari 13 desa yang ada di kecamatan Patikraja. Memiliki amal usaha berupa 1 MTs Muh., 3 MIM, 7 TK ABA dan 3 PG dan 1 KJKS serta masjid dan mushola dengan berbagai aktifitasnya. Ortom yang aktif adalah PCA dengan 8 PRA aktif, PCPM, PCNA dengan 4 ranting aktif dan PC IPM dengan 2 ranting.
Dalam kepengurusan cabang baru dilaksanakan pelimpahan wewenang dan tugas dari ketua kepada wakil-wakil ketua sesuai dengan bidang yang menjadi wewenangnya karena ketua PCM menjadi pembimbing haji KBIH Muhammadiyah.
B. Kegiatan:
Kegiatan rutin pengurus cabang adalah rapat pengurus yang dilaksanakan sebulan sekali, pembinaan keranting-ranting sebulan sekali sesuai jadwal masing-masing ranting. Pembinaan terhadap guru dan karyawan Muhammadiyah yang dilaksanakan sebulan sekali. Pengajian tingkat cabang dilaksanakan rutin setiap ahad pon plus donor darah 3 bulan sekali, bulan yang lalu pengajian dilaksanakan di Balai Desa Sidabowa dengan pembicara Bapak Asep Daud Kosasih, S.Ag, M.Ag untuk bulan depan dilaksanakan di Balai Desa Kedungwuluh Lor dengan penceramah Bapak Anjar Nugroho, S.Ag. M.S.I. Kajian rutin pengurus yang biasanya dilaksanakan diahad pagi terakhir sejak romadlon berhenti karena masalah teknis.
Dalam rangka milad Muhammadiyah dan gebyar muktamar 1 abad Muhammadiyah PCM telah membentuk kepanitiaan dan panitia telah menyusun kegiatan antara lain lomba: mewarnai tingkat PAUD/TK, pildacil, sholat berjamaah (tingkat SD?MI), tenis meja, mading (tingkat Remaja), Pidato religius dan Desain alat peraga bagi guru dan menghias tumpeng bagi ibu-ibu Aisyiyah serta jalan sehat bagi masyarakat umum. Bagi guru-guru telah dilaksanakan latihan paduan suara lagu muktamar dan lagu-lagu Muhammadiyah untuk memeriahkan gebyar muktamar. Dalam rangka muktamar kami telah mengajak warga Muhammadiyah untuk dapat menjadi penggembira dan paling tidak kami akan memberangkatkan 2 bus besar.
Sebagai puncak kegiatan adalah pengajian akbar yang akan dilaksanakan pada 3 Januari 2010 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Patikraja sekaligus peresmian gedung dakwah tersebut yang sementara baru untuk kantor KJKS dan minimarket.
Persiapan idul adha maka masing-masing ranting telah mempersiapkan kurban dan tempat sholat. Ada 13 tempat penyelenggaraan sholat yang dikoordinir Muhammadiyah di Cabang Patikraja.
C. Lain-lain:
Adanya kecenderungan generasi muda yang tidak peduli dengan aktifitas dalam organisasi agama maka AMM mengalami kelesuan, maka perlu ditingkatkan perhatian terhadap pembinaan kader dengan membuat konsep perkaderan, baik formal maupun nonformal agar dapat mewadahi aktifitas generasi muda dan agar mereka tidak lari ke harokah lain. Disinilah majelis Pembinaan Kader dan Majelis Tabligh perlu kerjasama untuk dapat menyelami, menyantuni dan melayani anak muda, dakwah formalitas kurang diminati remaja, dakwah dimana dai hanya datang jika diundang melalui pengajian umum dimana panitia harus menyediakan amplop maka hanya ranting yang besar saja yang mungkin bisa melaksanakanya sedangkan ranting kecil atau AMM yang belum punya dana tidak bisa menyelenggarakannya. Oleh karena itu perlu ada system pendistribusian dana dakwah dengan lebih proporsional agar lebih bisa menyantuni daerah yang minus agar lebih berkembang. Dalam hal dana dakwah maka perlu dirumuskan pula tentang bolehkah dana lazis diperuntukan bagi kegiatan AMM, dan bagaimana agar bisa mensuplai daerah lain yang kekurangan, karena lazis yang aktif adalah ranting yang besar, sementara ranting yang kecil untuk aktifitas saja kembang-kempis hanya dari kantong pengurusnya yang hanya 1, 2 orang.
Banyaknya guru dan karyawan diamal usaha Muhammadiyah belum mampu mendukung gerak persyarikatan karena kurangnya ikatan mereka dengan persyarikatan. Hal tersebut karena pola rekruitmen karyawan di Muhammadiyah belum memiliki aturan yang jelas lebih cenderung kekeluargaan ketimbang profesionalitas, keilmuan serta kekaderan. Hal tersebut tidak terlalu parah jika ada pembinaan setelah mereka menjadi guru atau karyawan, namun hal tersebut belum dilaksanakan dengan baik.
Peran majelis dikdasmen daerah ataupun cabang belum terasa, tidak ada kebijakan-kebijakan yang mengakar disekolah sehingga majelis Dikdasmen seperti macan ompong, hal tersebut antara lain karena memang belum adanya program yang jelas dirasakan oleh guru dan karyawan. Yang ada baru silaturrahim setahun sekali secara formalitas, apakah dikdasmen pernah datang kesekolah2 untuk melihat aktifitas pembelajaran disekolah? Apakah ada system penilaian kinerja kepala sekolah dan guru? Semacam apa dan telah dilaksanakan apa belum? Kalau saya tanya apakah dikdasmen paham masing2 guru, pasti jawaban tidak wong guru dan karyawan saja tidak tahu siapa yang duduk di kepengurusan dikdasmen tapi cukup ditanya apakah dikdasmen tahu jumlah guru dan karyawan yang sebenarnya? Apa yang telah diusahakan untuk meningkatkan profesionalisme guru? Kalau di lembaga Islam yang lain telah ada MGMP masing2 bidang studi, kita paling Al-Islam dan keMuhammadiyahan itupun tidak secara rutin. Yang sebenarnya banyak sekali materi yang perlu dikaji kesesuaiannya dengan Islam menurut paham Muhammadiyah. Oleh karenanya pembelajaran al-Islam dan bidang studi lainnya jauh dari visi dan misi keislaman yang kita inginkan dan belum bisa mencetak kader. Jika didaerah lain Muhammadiyah telah memiliki sekolah unggulan, kenapa Muhammadiyah Banyumas belum? Terutama sekolah dasar.
Demikian laporan sekaligus masukan dari kami mohon maaf bila ada hal-hal yang kurang berkenan semua justru karena cinta kami kepada Muhammadiyah yang ingin agar memasuki 1 abad ini dapat lebih tertata dan lebih baik lagi.

0 komentar:

Kata Kunci Guru Dalam: Google,artikel,Blogger guru,guru kata,kata guru,guru dai,kata kunci,keywords,sertifikasi guru,artikel,Blogger,guru,guru kata,kata guru,kata kunci,sismanan,mts muhammadiyah patikraja,ma muhammadiyah purwokerto,info banyumas,dai banyumas,sertifikasi guru,patikraja guyub

Powered by : pulsamantap.com